Ngantuk dan Kelelahan Itu Beda, Kenali Cara Penanganannya Masing-Masing

Ilustrasi tidur (Nutritious Life)
29 Juni 2019 09:47 WIB Chelin Indra Sushmita Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JOGJA – Fisik manusia akan menerima efek samping atas apa yang dilakukan, seperti merasakan kantuk dan lelah setelah beraktivitas atau terjaga dalam jangka waktu lama.  Mengantuk dan lelah merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Namun, sebenarnya ada perbedaan antara mengantuk dan lelah.

Dikutip dari Verywell Health, Jumat (28/6/2019), mengetahui kondisi tubuh dengan baik bakal membuat Anda mengerti apa yang diperlukan. Apakah tubuh perlu tidur, atau cukup dengan beristirahat saja.

Mengantuk

Saat mengantuk, seseorang biasanya kehilangan fokus pada bagian mata sehingga ingin memejamkannya. Rasa kantuk ini membuat mata terasa sangat berat, sehingga memaksa seseorang untuk tidur.

Munculnya rasa kantuk disebabkan menumpuknya zat adenosin di otak. Zat ini mengirimkan sinyal ke otak jika tubuh butuh tidur. Tasa kantuk ini hanya bisa diatasi dengan tidur. Ketika kebutuhan tidur terpenuhi, maka tubuh akan terasa segar dan rasa kantuk hilang.

Lelah

Kelelahan juga menyebabkan rasa kantuk muncul. Selain mengantuk, orang yang kelelahan biasanya bakal merasa pegal di bagian tulang dan otot, khususnya di leher, bahu, tangan, serta kaki. Inilah sebabnya tubuh terasa lemas dan mengantuk.

Kelelahan dipicu berbagai hal, mulai dari melakukan aktivitas terlalu berat, anemia, hipotiroid, atau penyakit barbahaya lainnya. Masalahnya, tidur tidak akan menghilangkan rasa lelah. Tubuh perlu diistirahatkan serta diberi asupan makanan yang bergizi.

Sumber : Solopos.com