Gawat, Persentase Penyakit Tidak Menular di Indonesia Naik Drastis. Ini Angkanya ...

Ilustrasi. - Antara
26 Juli 2019 17:47 WIB Newswire Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Persentase penyakit tidak menular atau noncommunicable desease (NCD) di Indonesia saat ini sudah mencapai 70%. Hal tersebut disampaikan Kepala Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Prof. Aru Sudoyo. 

"Jadi kita menghadapi satu masalah yang amat besar, yaitu meningkatnya penyakit tidak menular atau noncommunicable desease," katanya dalam Konferensi Pers Rumusan Rakornas 2019 YKI di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (26/7/2019). 

Ia menyebutkan pada umumnya, dalam 20 tahun terakhir ada transisi atau perubahan gaya hidup yang jelas sekali terlihat di dalam masyarakat.

Perubahan gaya hidup yang dimaksud adalah gaya hidup tidak sehat seperti merokok, begadang, kurang berolahraga dan terlalu banyak makan seiring meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

Perubahan gaya hidup yang menjadi semakin tidak sehat itu meningkatkan jumlah penyakit tidak menular di Indonesia.

Sebelumnya, ia menyebutkan persentase penyakit tidak menular di Indonesia hanya ada 37% dari semua jenis penyakit. Namun, saat ini persentasenya bertambah menjadi 70%.

Penyakit tidak menular itu di antaranya adalah diabetes, hipertensi dan kanker.

Penyakit menahun seperti diabetes, kata Aru, justru lebih memudahkan munculnya penyakit kanker.

Penderita penyakit tidak menular tersebut umumnya datang ke dokter saat sudah stadium lanjut, sehingga sulit untuk disembuhkan.

Banyaknya pasien penyakit yang datang setelah stadium lanjut juga membebani pemerintah karena memerlukan pengobatan dengan biaya cukup besar.

Karena itu, YKI berupaya mengedukasi masyarakat sehingga mereka mengetahui langkah-langkah yang dapat dilakukan sebagai tindak pencegahan.

Aru kembali menegaskan bahwa upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan mengubah perilaku gaya hidup menjadi lebih sehat, dengan banyak berolahraga, menghindari rokok dan mengonsumsi makanan dengan pola makan yang sehat.

Sumber : antara