Sedang Berkonflik dengan Pasangan? Ini 6 Tanda Anda Harus Memberi Maaf

Ilustrasi simbol cinta - Reuters
04 September 2019 20:07 WIB Newswire Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Konflik pasti terjadi di tengah kehidupan berpasangan, Kesabaran dan kemampuan untuk bisa memaafkan adalah dua hal yang mungkin menjadi kunci agar hubungan bisa bertahan lama.

Saat seperti inilah yang mungkin mengharuskan Anda atau pasangan membuat keputusan penting, apakah mau memberikan kesempatan kedua dan memaafkannya, atau memilih jalan berpisah.

Anda mungkin merasa sangat marah, sedih, dan bahkan sampai batas tertentu ingin dia menderita. Lalu bertanya-tanya, layakkah dia mendapat kesempatan kedua? Untuk itu, ada beberapa hal yang harus Anda pertimbangkan apakah si dia layak diberi kesempatan kedua.

Inilah 6 tanda bahwa Anda harus memberi maaf, seperti dilansir dari Times of India.

1. Ketika kesalahannya tidak cukup serius untuk mengakhiri hubungan
Ada beberapa kesalahan, bukan pelanggaran, yang dapat memiliki konsekuensi serius. Tetapi sebagian besar kesalahan tidak cukup layak untuk Anda benar-benar mengakhiri hubungan. Luangkan waktu Anda dan pikirkanlah.

Apakah pasangan Anda menjadi korban keadaan? Apakah ini pertama kalinya sesuatu seperti itu terjadi? Mengevaluasi situasi dengan hati-hati dan jangan terburu-buru. Jika Anda berpikir apa yang dia lakukan adalah hal yang mungkin tidak akan ia lakukan lagi, Anda perlu memberinya kesempatan kedua.

2. Ketika pasangan mau menerima kesalahannya
Sering kali, kesalahan yang dilakukan pasangan, bahkan tidak diketahui oleh dirinya sendiri. Anda tiba-tiba saja marah dan kecewa dengan sesuatu yang bahkan dia sendiri tidak paham apa masalahnya.

Tetapi, jika pasangan Anda tahu dia memiliki kesalahan, dan menunjukkan permintaan maafnya, lalu menyadari kesalahannya, dia benar-benar layak mendapat kesempatan kedua.

3. Ketika ini tentang kepercayaan, rasa hormat, dan kesetiaan
Suatu hubungan tidak hanya berdiri sendiri di atas nama cinta. Ada elemen lain yang terlibat seperti kepercayaan, rasa hormat, dan kesetiaan. Apakah kesalahan pasangan membuat Anda kurang menghormatinya? Atau, apakah itu menghancurkan kepercayaan yang Anda berdua miliki? Pikirkan semua faktor ini dengan cermat. Jika Anda yakin bahwa pondasi hubungan Anda masih utuh, ada baiknya memberinya kesempatan kedua.

4. Tidak hanya sekedar kata-kata
Alih-alih hanya melompat ke kesimpulan dan mengakhiri hubungan, tunggulah dan lihat sebentar. Jika pasangan Anda berjanji bahwa ia akan berubah dan kata-katanya tercermin dari tindakannya, anggap ini sebagai pertanda baik. Misalnya, jika Anda marah pada pasangan karena ia berbohong tentang uang, tetapi dia tidak lagi melakukan itu, apa salahnya memaafkannya atas kesalahan itu? Yang jelas, dia sudah mendapatkan pelajaran.

5. Ketika keduanya ingin memiliki hubungan yang berhasil
Seseorang pantas mendapat kesempatan kedua ketika dia benar-benar minta maaf dan benar-benar ingin membuat hubungan itu berhasil. Dan ketika Anda memberi seseorang kesempatan kedua, itu berarti Anda juga menginginkan hal yang sama, bukan? Ketika Anda berdua memiliki tujuan yang sama untuk hubungan yang bahagia dan sehat, mengapa tidak mau memaafkan pasangan Anda?

6. Dengarkan insting Anda
Ketika kita sedang jatuh cinta, kita memiliki keyakinan pada emosi kita. Terkadang dunia mungkin menentang, tetapi jika naluri Anda mengatakan sebaliknya, Anda perlu mendengarkannya. Jika perlu, beri pasangan Anda manfaat dari keraguan. Jika dia belum menyadari dampak dari tindakannya, mungkin kebaikan dan kepercayaan Anda akan mengubahnya menjadi lembaran baru. Lagipula, hidup adalah tentang kesempatan kedua, bukan?

Sumber : Suara.com