Ini Dampak Mengonsumsi Daging Bebek

Ilustrasi bebek panggang (Instagram)
11 September 2019 08:47 WIB Chelin Indra Sushmita Lifestyle Share :

Harianjogja.com, SOLO – Daging bebek menjadi salah satu makanan favorit banyak orang. Rasanya yang gurih dan lezat membuat olahan bebek sangat populer. Tapi, di balik kelezatannya bebek menyimpan zat penyebab penyakit berbahaya.

Mungkin beberapa orang menilai rasa daging bebek jauh lebih lezat ketimbang ayam. Anggapan itu kemungkinan benar karena kandungan lemak pada daging bebek lebih tinggi. Terutama di bagian kulit dan pahanya. Selain lemak, kalori dan kolesterol daging bebek juga lebih tinggi ketimbang ayam.

“Kolesterol dada atau paha bebek sekitar 70-80 miligram. Padahal, jatah kolesterol yang boleh dikonsumsi sehari 300 miligram. Kalau kadar kolesterol di dalam darah tinggi, maka sebaiknya yang dikonsumsi tidak boleh lebih dari 200 miligram,” terang ahli gizi klinis, Samuel Oetoro, dalam tayangan Ayo Hidup Sehat TV One, Senin (9/10/2019).

Kulit menjadi bagian yang tinggi kadar lemak jenuhnya. Lemak jenuh itulah yang memicu kolesterol dalam darah. Apalagi jika daging bebek itu digoreng dengan menyak bekas. Kadar kolesterolnya akan bertambah jauh lebih tinggi.

Selain kolesterol, lemak jenuh juga memicu serangan jantung. Itulah sebabnya daging bebek tidak boleh dikonsumsi terlalu sering.

"Sebaiknya makan bebek bakar saja. kulitnya jangan dimakan. makan dagingnya, lemaknya singkirkan," sambung Samuel Oetoro.

Sebelum makan daging bebek, Anda disarankan mengonsumsi buah dan sayur yang kaya serat. Hal ini bertujuan mengurangi penyerapan lemak.

"Serat berperan mengganggu penyerapan lemak. Jadi, sebaiknya makan buah dan sayuran berserat dulu sebelum daging bebek," imbuh Samuel Oetoro.

Orang yang punya keluhan kolesterol tinggi harus membatasi konsumsi daging bebek jika tidak mau mengalami masalah kesehatan. Jika nekat, biasanya akan timbul keluhan seperti kaku di leher hingga sakit kepala.

Sumber : JIBI/Solopos