Di Usia 40 Tahun, Ini Masalah Kulit yang Kerap Muncul

Penuaan - boldsky.com
13 September 2019 12:47 WIB Newswire Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pertambahan usia manusia memberikan banyak dampak pada tubuh. Ada perubahan di hampir semua organ tubuh.Kulit menjadi salah satunya. Dampak yang muncul adalah penuaan.

"Kerut, kusam, kering di atas 40-50 tahun tambah terus. Kelainan sudah jelas dan terkadang mengganggu secara fungsi," ujar dokter spesialis kulit dan kelamin dari RS Pondok Indah-Puri Indah, dr Susie Rendra, SpKK di Jakarta, Kamis (12/9/2019).

Kulit kering bisa muncul karena sejumlah penyebab seperti kebiasaan mandi air panas, salah memilih sabun dan hal lainnya. Sebaiknya, gunakan losion atau moisturizer segera setelah mandi agar lebih terserap kulit dan meminimalkan rasa lengket.

Masalah kulit lainnya, infeksi jamur Candida. Jamur ini tinggal menetap pada kulit dan akan berkembang saat daya tahan tubuh turun.

"Di lipatan-lipatan kulit, kulit lembap, jamur ini bisa berkembang. Lakukan pengobatan jamur dan lihat faktor risiko. Kalau diabetes, diabetesnya harus terkontrol," kata Susie.

Infeksi jamur pada organ intim sekitar 50 persen terjadi saat kadar gula darah seseorang tinggi.

Selain jamur, infeksi virus varicella zoster yang menyebabkan Herpes Zoster juga rentan terjadi pada mereka yang lansia. Salah satu pemicunya, daya taham tubuh mulai berkurang.

Masalah kulit lainnya, munculnya tumor jinak atau daging kecil yang tumbuh di kulit leher, ketiak dan daerah lipatan kulit seperti selangkangan. Terkadang kondisi ini tak menganggu aktivitas, sehingga bisa dibiarkan dan tidak terkait penyakit tertentu.

Ada juga risiko terkena tumor ganas seperti melanoma dan basal cell carsinoma (BCC) yang lebih sering terjadi pada orang Asia.

"BCC bentuknya tahi lalat tetapi ada luka di tengahnya. Terutama pada orang yg sering berjemur pada usia muda. Makin besar tahi lalat, berdarah, sering gatal," kata Susie.

Diagnosis berbagai masalah kulit pada lansia bisa dimulai dari penglihatan, pemeriksaan laboratorium, dermoskopi untuk melihat ada atau tidaknya kanker kulit hingga biopsi.


 

 

Sumber : Antara