Ini Efek Diet Keto untuk Kesehatan

Steak - Brake.co.uk
03 Oktober 2019 13:47 WIB Tika Anggreni Purba Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Diet ketogenik atau diet keto makin diminati beberapa tahun belakangan ini. Diet dengan konsumsi tinggi lemak dan rendah karbohidrat ini diklaim dapat menurunkan berat badan secara drastis dalam jangka waktu pendek. Namun, apakah pelaksanaan diet ini direkomendasikan?

Dalam rekomendasi baru dari National Lipid Association 2019, disebutkan bahwa walaupun diet rendah karbohidrat atau diet keto ini membantu penurunan berat badan, diet keto tetap memiliki efek beragam pada kesehatan khususnya risiko penyakit jantung.

Hal ini diungkap dalam publikasi ilmiah di Journal of Clinical Lipidology.

Selama ini, berdasarkan catatan dari berbagai penelitian yang ada, pernyataan ilmiah menekankan beberapa keuntungan dari diet keto yakni penekanan nafsu makan, kadar lipid yang lebih rendah, dan gula darah yang lebih rendah pada penderita diabetes.

Tapi diet keto juga dikaitkan dengan lonjakan kolesterol "jahat" yang dapat menumpuk di pembuluh darah atau yang dikenal sebagai low-density lipoprotein (LDL) atau kolesterol LDL.

Dalam proses diet selama 6 bulan, pelaku diet keto bisa jadi kehilangan berat badan lebih banyak dengan diet rendah karbohidrat populer lainnya seperti diet Atkins dan lain-lain.

Tetapi setelah satu tahun, penurunan berat badan dengan diet ini mirip dengan diet lainnya.

Rekomendasi diet rendah karbohidrat juga dinilai lebih sulit untuk bertahan lama. Selain itu, pola makan yang diterapkan sangat membatasi makanan padat nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan kardiovaskular.

"Banyak yang suka dengan diet rendah karbohidrat, tetapi sebenarnya tidak disarankan untuk jangka panjang. Apalagi banyak orang yang tidak paham sepenuhnya mengenai manfaat jangka panjang dan risiko diet keto,” kata Carol Kirkpatrick, peneliti di Idaho State University di Pocatello, Amerika Serikat.

Sedikit Karbohidrat

Dengan diet ketogenik, orang biasanya makan sangat sedikit karbohidrat dan mengonsumsi banyak lemak, menjadikan tubuh dalam keadaan metabolisme yang dikenal sebagai ketosis.

 Hal ini dapat membuat tubuh lebih efisien dalam membakar lemak untuk energi dan memicu penurunan kadar gula darah.

Sebagian orang yang melakukan diet ketogenik mengalami penurunan berat badan 2—3  kali lebih banyak dibandingkan dengan mereka yang tidak melakukan diet keto. Akan tetapi, kondisi itu hanya berlangsung dalam jangka pendek.

"Penurunan berat badan dengan strategi diet apa pun sebenarnya sulit dan ada banyak faktor yang memengaruhi kemampuan seseorang untuk menurunkan berat badan dan mempertahankan penurunan berat badan itu," kata Kirkpatrick.

Strategi perilaku, dukungan sosial, dan aktivitas fisik yang memadai dinilai lebih terbukti bermanfaat untuk meningkatkan penurunan berat badan dan mempertahankannya.

Peneliti menekankan bahwa pasien dengan riwayat kadar kolesterol tinggi harus menghindari keto dan diet rendah karbohidrat sejenisnya.

Mereka juga menekankan bahwa masih membutuhkan lebih banyak penelitian jangka panjang untuk menentukan apakah diet keto dan diet rendah karbohidrat sejenisnya bisa berbahaya atau bermanfaat bagi kesehatan.

Apalagi, belum ada uji coba jangka panjang dari diet rendah karbohidrat dan hasil kesehatan. Penelitian terbaru ini hanya dapat melaporkan penanda risiko menengah seperti serangan jantung, strok, penyakit kardiovaskular, diabetes melitus, dan lain-lain.

“Semua orang sebaiknya memulai pola makan sehat dan mengonsumsi berbagai macam makanan sehat,” ujar Sara Seidelmann, ahli jantung dan ahli gizi di Brigham and Women's Hospital dan Harvard Medical School di Boston.

Idealnya, pola makan yang kaya akan sayuran, buah, dan makanan utuh dapat memberikan kualitas perlindungan kardiovaskular secara keseluruhan.

Konsumsilah makanan yang kaya akan biji-bijian, sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan lain-lain. Upayakan untuk menghilangkan makanan olahan dan lemak trans, lemak jenuh, daging merah, dan gula tambahan.

Setiap orang yang tertarik melakukan diet keto untuk menurunkan berat badan harus berkonsultasi dengan dokter sebelumnya. Hal ini penting untuk menimbang risiko dan manfaat diet tersebut untuk kesehatan.

Sumber : Reuters