Gadis Cilik Ini Alami Pubertas Dini karena Tak Mematikan Lampu saat Tidur. Kok Bisa?

Ilustrasi tidur. - qz.com
04 Oktober 2019 07:07 WIB Newswire Lifestyle Share :

Harianjogja.com, CHINA - Pubertas sebelum waktunya bisa terjadi ketika gejalanya sudah mulai muncul di usia tujuh atau delapan tahun, dilansir Kids Health. Padahal, umumnya, seorang anak perempuan akan mulai mengalami masa pubernya saat usia 10 atau 11 tahun., 

Tanda-tandanya termasuk perkembangan payudara sebelum usia tujuh  atau delapan tahun, mulai menstruasi sebelum usia 10 tahun, dan percepatan pertumbuhan sebelum usia tujuh atau delapan tahun.

Inilah yang terjadi pada anak tujuh tahun bernama Tong Tong dari Ningbo, Zheijiang. Gadis kecil itu diduga mengalami pubertas dini akibat selalu tidur dengan lampu menyala.

Melansir World of Buzz, Tong Tong telah tumbuh 10 sentimeter dalam setahun. Awalnya, sang ibu senang. Namun, berubah cemas ketika suatu hari sang ibu memandikan putri kecilnya itu.

Sang ibu menemukan tubuh putrinya mulai tumbuh payudara dan merasakan beberapa benjolan kecil.

Karena khawatir, akhirnya sang ibu membawa Tong Tong ke dokter. Ketika diperiksa, dokter mengatakan tulang Tong Tong seperti seseorang yang berusia tiga tahun lebih tua.

Dokter menjelaskan, Tong Tong, yang saat ini tingginya 120 sentimeter, sedang mengalami pubertas dini dan folikel ovariumnya sudah meningkat secara signifikan.

Sayangnya sang dokter juga mengungkapkan sudah terlambat untuk merawat Tong Tong.

Sang ibu terkejut dan menanyakan penyebabnya. Padahal, menurut sang ibu, dirinya tidak sering memberi gorengan, suplemen atau minuman.

Ternyata ini disebabkan oleh gaya hidup Tong Tong yang selalu menyalakan lampu saat tidur sejak tiga tahun lalu.

Dokter menjelaskan bahwa Tong Tong mengalami pubertas dini karena sekresi melatoninnya ditekan akibat terpapar cahaya.

Penurunan melatonin dalam tubuhnya mungkin telah mempercepat proses pematangan seksual dan menyebabkan Tong Tong mengalami pubertas dini.

Studi tentang fenomena melatonin ini pada masa pubertas telah dilakukan sebelumnya dan menghubungkan melatonin yang berlebihan dengan penurunan pematangan seksual.

WebMD juga melaporkan bahwa paparan cahaya dapat menghambat produksi melatonin, terutama pada malam hari ketika berada pada kinerja puncaknya.

Sumber : suara.com