Hati-Hati! Ayah Peminum Alkohol Berisiko Punya Anak Cacat Jantung

Bir - Ilustrasi/Kaskus
09 Oktober 2019 17:47 WIB Tika Anggreni Purba Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Calon ayah yang secara rutin minum alkohol di bulan-bulan sebelum konsepsi (pertemuan sel telur dan sperma) berisiko menimbulkan risiko cacat jantung pada bayinya kelak.

Hal ini diungkap dalam penelitian di Xiangya School of Public Health di Central South University di Changsha, China. Penelitian dipublikasikan di European Journal of Preventive Cardiology 2019.

Untuk studi saat ini, para peneliti menganalisis data dari 55 studi sebelumnya yang mencakup total 41.747 bayi dengan cacat jantung bawaan ditambah total 297.587 bayi tanpa cacat jantung bawaan. Penelitian menemukan bahwa cacat jantung pada bayi tidak hanya terkait dengan kebiasaan minum alkohol ibunya, tetapi juga ayahnya. 

Penelitian menemukan bahwa ketika ayah minum alkohol dalam tiga bulan sebelum konsepsi, bayi yang akan dikandung 44% lebih mungkin mengalami penyakit jantung bawaan. Apabila ayah minum dalam porsi yang besar misalnya lebih dari lima jenis minuman alkohol tiap kali minum, bayi 52% lebih mungkin mengalami kelainan jantung.

Hal ini sedikit berbeda ketika yang minum alkohol adalah calon ibu. Ketika calon ibu minum selama periode pra-konsepsi maupun selama tiga bulan pertama kehamilan, bayi memiliki 16% risiko cacat jantung bawaan.

"Konsumsi minuman keras oleh calon orang tua pasti berisiko tinggi dan berbahaya, tidak hanya meningkatkan risiko kelainan jantung pada anak, tetapi juga merusak kesehatannya sendiri," kata Jiabi Qin peneliti di Xiangya School of Public Health di Central South University di Changsha, China.

Hasil studi menunjukkan bahwa pria harus berhenti minum alkohol setidaknya enam bulan sebelum mencoba untuk memiliki anak. Untuk perempuan, sebaiknya berhenti setidaknya satu tahun sebelum mencoba untuk memiliki bayi.

Cacat jantung bawaan adalah cacat lahir yang paling umum dan penyebab utama kematian bayi pada saat kehamilan dan pada minggu-minggu pertama kehidupan. Penyakit jantung bawaan ini bisa berupa kelainan struktural di jantung yang dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

Studi ini  menegaskan bahwa alkohol dalam jumlah rendah pun dapat meningkatkan risiko cacat jantung bawaan. Karena itu, sebaiknya konsumsi alkohol dikurangi sebelum konsepsi dan selama kehamilan.

Sumber : Bisnis.com/Reuters