Tak Hanya Penuhi Nutrisi Bayi, Ini Manfaat Menyusui untuk Kesehatan Ibu

Seorang ibu menyusui bayinya. - Istimewa
23 Oktober 2019 21:07 WIB Tika Anggreni Purba Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Menyusui bayi tidak hanya bermanfaat untuk bayi tersebut. Ibu yang menyusui ternyata memperoleh manfaat besar untuk kesehatannya. Dalam penelitian yang dipublikasikan di JAMA Network Open 2019 disebutkan bahwa perempuan yang menyusui berisiko lebih rendah untuk mengalami diabetes dan tekanan darah tinggi.

Peneliti memeriksa data dari empat studi yang pernah diteliti sebelumnya untuk melihat hubungan antara laktasi dan diabetes. Peserta penelitian terdiri dari 206.000 perempuan. Para peneliti juga melakukan analisis data dari lima studi sebelumnya tentang kaitan antara laktasi dan tekanan darah tinggi pada total 255.000 perempuan.

Secara keseluruhan, ibu yang menyusui selama lebih dari 12 bulan ternyata memiliki risiko lebih kecil untuk mengalami diabetes yakni 30%, dan 13% lebih kecil untuk mengalami tekanan darah tinggi dibandingkan dengan perempuan yang tidak menyusui.

Hal ini mungkin terjadi karena menyusui dapat membakar banyak kalori dan membantu memperbaiki masalah metabolisme selama kehamilan seperti kolesterol tinggi dan lemak. Haitham Ahmed, peneliti dari AdvantageCare Physicians di Brooklyn New York mengatakan bahwa menyusui secara eksklusif dapat meningkatkan kesehatan jantung dan metabolisme ibu dalam jangka panjang.

Dalam penelitian tersebut terbukti bahwa menyusui ternyata memiliki dampak perlindungan terhadap tekanan darah tinggi dan diabetes. Menyusui merupakan aktivitas yang membutuhkan energi sehingga prosesnya pasti membakar kalori.

Hal ini dapat memacu penurunan berat badan pasca-kehamilan dan mencegah penambahan berat badan yang berlebihan yang merupakan faktor risiko penyakit jantung dan gangguan metabolisme lainnya.

Bagi ibu yang tidak dapat menyusui anaknya, jangan khawatir. Masih banyak cara lain untuk mencegah diabetes dan hipertensi seperti berhenti merokok dan minum alkohol, rutin beraktivitas fisik, dan pola makan yang sehat.

Sumber : Bisnis/Reuters