Berapa Biaya Jasa Artitek untuk Membangun Rumah?

The Twins House di kawasan Cipulir yang didesain dan dibangun firma arsitektur The Delution / Archdaily.com
03 November 2019 00:17 WIB Ria Theresia Situmorang Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Saat membangun atau merenovasi rumah, orang bisa pertimbangkan untuk menggunakan menggunakan jasa arsitek.  Muhammad Egha, Co-founder dan CEO dari sebuah firma arsitektur bernama Delution Enterprise menyebutkan ada stigma buruk yang berkembang dari masyarakat tentang pekerjaan seorang arsitek yang membuat orang enggan berkonsultasi masalah pembangunan rumah. 

"Banyak yang mengira arsitek itu cuma menggambar dan jasanya mahal. Tapi, kebanyakan orang yang bangun sendiri akhirnya; pertama jelek, kedua pusing setengah mati, ketiga ujung-ujungnya budgetnya melebihi yang pakai arsitek," ujar Muhammad Egha saat ditemui di kantor Delution Enterprise di kawasan Bintaro, Banten, pada Selasa (29/10/2019). 

"Hanya bedanya pemilik rumah biasanya sadarnya belakangan. Kalau sama arsitek, itu harus dikasih tahu dari awal pahitnya," sambungnya. 

Menurutnya dengan menggunakan jasa arsitek, pemilik rumah dapat mengukur budget secara pasti dengan kualitas yang lebih baik dibandingkan membangun rumah sendiri atau menggunakan jasa kontraktor. 

 
 
"Pakai arsitek desain akan lebih terencana, dan yang namanya budget justru bisa jadi lebih pasti. Orang kalau ke arsitek itu takutnya mahal padahal ujung-ujungnya dia bangun sendiri lebih mahal atau sama aja tapi kualitasnya jauh banget dibanding pakai arsitek. Arsitek itu bukan hanya mendesain dan menggambar tapi juga konsultasi," terangnya. 
 
Untuk masalah biaya, lanjutnya, budget yang akan dikeluarkan akan disesuaikan dengan kemampuan finansial pemilik rumah dan desain rumah yang ingin ia miliki. 
 
"Setiap rumah yang kita kerjain selalu punya cerita jadi bagaimana kita mengelola masalah pemilik rumah, atau dia punya mimpi, tapi memiliki keterbatasan dana. Akhirnya kita men-develop bagaimana masalah-masalah ini akhirnya terselesaikan dengan budget yang kita punya akhirnya setiap desain yang kita bikin outputnya berbeda-beda," sambungnya.
 
Membangun rumah bermodalkan Rp150 juta
 
Menurut Egha, kisaran harga membangun atau merenovasi rumah menggunakan jasa arsitek dalam firma miliknya dibedakan menjadi biaya konsultasi dan pembangunan konstruksi yang punya nilai yang berbeda.
 
"Range harganya beragam, ada perbedaan harga dari jasa konsultasi dan pembangunan konstruksi. Disini kita jual jasa sampai ke bangunannya," ungkapnya. 
 
Ia bercerita, pihaknya pernah mengerjakan sebuah proyek rumah tinggal di kawasan Cipulir, Jakarta Selatan yang ia namai The Twins dengan modal awal sebesar Rp150 juta.
 
 
"Kita pernah mengerjakan rumah tinggal namanya The Twins House, rumahnya di gang sempit. Kliennya ketemu kita pada saar cuma punya Rp150 juta akhirnya kita pikirin gimana 150 juta ini bisa jalan. Kita susunlah menjadi rumah tumbuh," ujarnya. 
 
Dengan skema rumah tumbuh, Egha bercerita, pemilik rumah mendapatkan kesempatan untuk merenovasi rumahnya secara bertahap tergantung dari kondisi finansialnya. 
 
"Jadi yang ini, awalnya Rp150 juta kita bangun, setelah itu pemilik rumah ada uang Rp100 juta lagi kita tambahin bangunannya, ditambah Rp200 juta lagi kita tingkatin rumahnya. Ditambah dengan jasa arsitek Rp30 juta. Total keluarnya Rp480 juta, terima beres sudah jadi rumah keren," tutupnya. 

Sumber : Bisnis.com