Anda Malas Bergerak? Waspadalah, Sedentary Lifestyle Bisa Benar-Benar Membunuh

Ilustrasi-Ribuan guru mengikuti senam bersama di lapangan Gelora 10 Nopember Surabaya, Jawa Timur, Minggu (25/11/2018). Kegiatan yang diikuti ribuan guru Taman Kanak-Kanak, SD maupun SMP se-Surabaya tersebut untuk memperingati Hari Guru Nasional. - Antara
15 November 2019 06:57 WIB Ria Theresia Situmorang Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pola hidup manusia bisa mempengaruhi harapan hidupnya. Perilaku malas dalam kehidupan sehari-hari ternyata bisa saja mengakibatkan hal fatal seperti kematian. Hal ini disampaikan dalam sebuah penelitian yang dikutip laman Boldsky.

Disebutkan bahwa saat ini banyak orang yang memilih tidur-tiduran di sofanya dibandingkan keluar dan menghirup udara segar. Padahal, olahraga merupakan salah satu hal yang sangat dianjurkan untuk dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. 

Berdasar survei yang dilakukan Al Hajeri dari University Student Health disebutkan bahwa satu di antara tiga wanita dan satu di antara empat pria tidak mengikuti anjuran melakukan aktivitas fisik setidaknya berolahraga 75 menit dalam seminggu. 

Hal itu bisa berdampak pada kesehatan kita, mengingat rasa malas adalah faktor dari beberapa risiko dan masalah kesehatan yang parah seperti kanker, penyakit jantung dan diabetes. 

Dikutip dari data WHO, seperempat orang di dunia ini memang berisiko mengidap penyakit mematikan tersebut. 

Selain beberapa penyakit mematikan tersebut, sedentary lifestyle atau gaya hidup kurang gerak juga dapat menyebabkan demensia dan gangguan mental yang tak kalah berbahaya. 

Peneliti menggarisbawahi bahwa aktivitas kurang bergerak adalah silent killer yang memiliki prevalensi tinggi di dunia.

Jadi, Anda diharapkan tetap aktif memutus mata rantai kemalasan baik dengan berolahraga atau sekadar memperbanyak aktivitas berjalan kaki. 

Sumber : Bisnis.com