Anak Anda Malas Berolahraga? Ini 5 Cara Membujuknya

Para remaja - Istimewa
30 Januari 2020 15:17 WIB Mia Chitra Dinisari Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Keluarga menjadi pendidik utama untuk tumbuh kembangnya seorang anak. Rumah, keluarga dan orang tua adalah tempat pertama dimana anak belajar tentang apapun.

Sedangkan pelajaran di sekolah dimulai setelah anak sudah memiliki pendidikan dasar di rumahnya masing-masing.

Banyak orang tua yang belum menyadari hal ini, atau ada juga yang sadar namun mengabaikannya. Orang tua seringkali bertindak dan bersikap tanpa menyadari apa yang mereka lakukan akan ditiru oleh anak-anaknya. Termasuk juga soal gaya hidup dan menjalani hidup sehat.

Cara paling ampuh untuk mengajari mereka kebiasaan sehat bukanlah dengan perintah, tapi mencontohkan perilaku yang sehat. Cara ini, akan jauh lebih efektif daripada Anda hanya memerintahkannya dan memberikan hukuman jika mereka menentangnya.

Langkah ini juga sangat penting diterapkan dimana saat ini banyak anak atau remaja yang malas bergerak karena kemudahan teknologi.

Generasi rebahan, itulah yang kini sedang populer di kalangan remaja yang memiliki kebiasaan duduk atau tiduran santai seharian menatap layar ponselnya.

Atau juga mereka yang hobi bermain gim, sampai lupa makan atau beraktivitas lainnya, termasuk juga olahraga.

Kebiasaan ini disebutkan cukup sulit dihindari, dan menjadi PR tersendiri buat orang tua. Jika anak Anda masuk dalam generasi rebahan ini, maka berikut tips yang bisa diterapkan untuk mengubahnya seperti dikutip dari webmd.com :

1. Mulai perlahan-lahan

Anak-anak yang tidak terbiasa berolahraga mungkin hanya mau mentolerir sedikit aktivitas fisik. Jadi mulailah dengan langkah-langkah kecil, seperti berjalan kaki 10 menit setiap hari setelah sekolah. Tambahkan satu menit lagi berjalan setiap kali, begitu seterusnya hingga akhirnya dia terbiasa bergerak dan ingin mencoba aktivitas baru yang lain.

Menetapkan tujuan kecil seperti ini penting untuk anak-anak. Melihat jumlah menit yang ditambahkan dapat membantu meningkatkan motivasi mereka. Anda mungkin juga membuat kontrak dengan dia yang menawarkan hadiah untuk menambah menit.

Keberhasilan kecil juga akan membangun rasa percaya diri anak Anda dan mendorongnya untuk menjadikan olahraga sebagai bagian dari hidupnya. Puji dan dorong dia untuk setiap langkah positif yang dia ambil untuk menjadi lebih sehat.

2. Batasi waktu bermain gadget

American Academy of Pediatrics merekomendasikan tidak lebih dari dua jam sehari untuk menonton TV atau bermain video atau game komputer. Jadi cobalah batasi dengan waktu ideal tersebut.

3. Jadikan olahraga menjadi aktivitas yang Menyenangkan

Program olahraga terbaik adalah yang benar-benar dilakukan oleh anak remaja Anda. Apakah putra Anda menyukai alam dan binatang? Jika anak Anda menyukai seni bela diri, menari, atau senam, carilah kelas yang akan menarik minatnya di sekolah, gereja, atau pusat komunitas Anda. Bahkan kegiatan seperti drama dapat membuat remaja keluar dari kursi mereka dan turun dari tempat tidur mereka.

Ingat, setiap gerakan menjauh dari posisi duduk berarti. Itu termasuk pekerjaan di dalam dan di luar rumah. Jadwalkan waktu membersihkan rumah atau minta bantuan anak remaja Anda dalam menarik gulma, memotong semak-semak, atau melakukan pembersihan sukarela di taman setempat.

4. Pertimbangkan lakukan olahraga Berat

Latihan kekuatan, atau latihan resistensi, mungkin merupakan aktivitas yang baik untuk remaja yang belum terbiasa berolahraga aerobik. Sebuah studi tahun 2009 menunjukkan bahwa melakukan latihan ketahanan tiga hari seminggu dapat secara signifikan menurunkan lemak tubuh dan meningkatkan otot, kekuatan, dan kekuatan pada anak-anak obesitas.

Tidak perlu bergabung dengan gym untuk melakukan latihan kekuatan. Anak Anda dapat melakukan push-up dan crunch, mengangkat beban, atau melakukan latihan dengan band resistensi di rumah dengan sedikit atau tanpa biaya. Pastikan untuk berbicara dengan dokternya sebelum anak remaja Anda memulai program latihan kekuatan.

5. Dorong Partisipasi dalam Olahraga

Jika anak remaja Anda senang menonton olahraga, ia mungkin juga senang memainkannya. Remaja yang kelebihan berat badan bisa mendapat manfaat dari bergabung dengan tim olahraga yang dikelompokkan berdasarkan keterampilan alih-alih usia. Jika anak remaja Anda tidak menyukai atau tidak nyaman dengan gagasan olahraga kompetitif, dorong olahraga seperti bersepeda atau lari.

Dan adalah ide yang baik untuk berbicara dengan pelatih untuk merasakan gaya mereka. Pertandingan yang bagus bisa berarti situasi win-win untuk semua orang.

Pada akhirnya, ingatlah bahwa mengembangkan gaya hidup yang aktif dan sehat bukanlah perlombaan. Anak remaja Anda lebih cenderung ke sana dengan mengambil satu langkah yang bisa dilakukan pada suatu waktu. Sebagai orang tua, teladan dan dorongan Anda dapat membantunya melakukan itu.

Sumber : webmd