Bolehkan Penderita Hipertensi Berolahraga?

Ilustrasi olahraga lari - Reuters
21 Februari 2020 15:07 WIB Newswire Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Penderita hipertensi harus bisa menjalani gaya hidup sehat agar tekanan darahnya terkendali. Caranya denganĀ  olahraga.

Namun, ahli jantung dan pembuluh darah dari Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, dr. Ario Suryo Kuncoro, SpJP, mengatakan bahwa tekanan darah penderita hipertensi yang bisa mencapai 260 mmHg sangat berisiko menyebabkan pembuluh darah pecah. Dan pecahnya pembuluh darah pada pasien hipertensi ini tentu bisa menyebabkan kematian mendadak. Lalu, apakah boleh pengidap hipertensi berolahraga?

"Bukan berarti mereka yang hipertensi nggak boleh olahraga, mereka tetap harus olahraga, tapi dengan porsinya yang dikontrol. Olahraga tidak disarankan jika sudah melebihi 200 tekanan darahnya," kata dr. Ario saat ditemui di kawasan Bendungan Hilir, Kamis (20/2/2020).

Dalam kesempatan yang sama, dokter spesialis saraf, dr. Amanda Tiksnadi, SpS (K), menyarankan olahraga yang bisa dilakukan oleh penderita hipertensi adalah aktivitas fisik motorik, di mana seluruh tubuh bergerak secara berkelanjutan selama minimal setengah jam.

Ia mencontohkan misal dengan berjalan kaki terlebih dahulu, tak masalah bila dengan kecepatan lambat dan santai. Lakukan terus selama setengah jam tanpa berhenti.

Nantinya, tubuh akan bisa beradaptasi, pelan-pelan akan menjadi mudah. Misalnya, dalam setengah jam awalnya hanya dapat 5 putaran, lama-lama menjadi tujuh putaran, maka artinya aktivitas fisik dapat ditingkatkan.

Akan tetapi, jenis olahraga juga perlu diperhatikan. Menurut dr. Amanda, penderita hipertensi sebaiknya menghindari olahraga high impact, apalagi bila sebelumnya tak biasa berolahraga.

"Biasanya yang meningkatkan tekanan darah itu yang high impact. Dan apabila ini dilakukan secara tiba-tiba pada orang yang resistensinya atau kemampuan dari pembuluh darahnya belum terbiasa, ini yang bisa menimbulkan efek berbahaya," pungkasnya.

Sumber : Suara.com