Kenali Gejala dan Cara Antisipasi Penularan Virus Corona

Petugas kesehatan menyemprotkan cairan disinfektan kepada WNI ABK Diamond Princess dan barang bawaan saat turun dari kapal di Yokohama, Jepang, Minggu (2/3/3030). Pemerintah mengevakuasi 69 WNI ABK Diamond Princess yang dinyatakan negatif COVID-19 untuk dipulangkan ke tanah air dan diosevasi di pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu. ANTARA FOTO/HO - KBRI Tokyo
02 Maret 2020 15:07 WIB Mia Chitra Dinisari Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Dua WNI terkonfirmasi positif Corona. Keduanya yang merupakan ibu dan anak ini sudah diisolasi di RSPI Sulianti Saroso Jakarta.

Meskipun virus ini menyebar dengan cepat di berbagai wilayah di Asia dan sekitarnya, ada tindakan-tindakan pencegahan yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko penularan dan penyebaran. 

Berikut beberapa hal yang harus diketahui dan dilakukan soal virus Corona dan jika ada gejala yang Anda khawatirkan  seperti dikutip dari unicef.org :

Bagaimana Virus corona bisa menyebar

Virus ini ditularkan melalui kontak langsung dengan percikan dahak dari orang yang terinfeksi (melalui batuk dan bersin), dan jika menyentuh permukaan yang terkontaminasi virus. Virus ini dapat bertahan selama beberapa jam di permukaan, tetapi disinfektan sederhana dapat membunuhnya.

Apa saja gejala penyakit virus corona
1. Demam
2. Batuk
3. Sesak napas
Pada kasus yang lebih parah, infeksi dapat menyebabkan pneumonia atau kesulitan bernapas. Walaupun jarang terjadi, penyakit ini bisa berakibat fatal.

Gejala-gejala ini mirip dengan flu (influenza) atau pilek biasa, yang jauh lebih umum daripada COVID-19. Untuk itulah diperlukan pengujian lebih lanjut untuk mengetahui apakah seseorang menderita infeksi novel coronavirus. 

Antisipasi penularan virus corona

Penting untuk diingat bahwa langkah-langkah pencegahan utamanya sama  sering cuci tangan, menutup mulut dan hidung ketika batuk atau bersin dengan bagian dalam siku atau dengan tisu, lalu buang tisu ke dalam tempat sampah yang tertutup. Selain itu, tersedia juga vaksin untuk flu – jadi pastikan Anda dan anak Anda mendapatkan vaksin flu yang sudah diperbarui.

Ada lima tindakan pencegahan yang dapat Anda ambil untuk mencegah infeksi pada Anda dan keluarga:

  • Sering cuci tangan menggunakan sabun dan air, atau antiseptik berbasis alkohol
  • Tutup mulut dan hidung Anda ketika batuk atau bersin dengan bagian dalam siku
  • Jaga jarak dengan orang yang memiliki gejala demam atau flu
  • Cek ke dokter jika Anda mengalami demam, batuk, atau merasa sesak napas
  • Hindari kontak langsung dengan hewan atau permukaan yang disentuh hewan

Prosedur Pemakaian masker

Penggunaan masker medis disarankan jika Anda memiliki gejala pernapasan (batuk atau bersin) untuk melindungi orang lain. Jika Anda tidak memiliki gejala apa pun, maka tidak perlu menggunakan masker.

Jika Anda menggunakan masker, pastikan masker dipakai dan dibuang dengan benar untuk menjaga efektivitasnya dan untuk menghindari risiko penularan virus.

Penggunaan masker saja tidak cukup untuk menghentikan infeksi dan harus dikombinasikan dengan sering mencuci tangan, menutupi bersin dan batuk, dan menghindari kontak dekat dengan siapa pun yang memiliki gejala flu (batuk, bersin, demam).

Apakah virus corona ini bisa berdampak pada anak-anak dan apa yang harus dilakukan jika terjadi gejala pada anak

Mengingat virus ini adalah virus baru, kami belum tahu pasti bagaimana virus ini dapat berdampak pada anak-anak atau ibu hamil. Yang kami ketahui, orang-orang dari segala usia dapat terinfeksi virus ini, tetapi sejauh ini hanya ada sedikit kasus novel coronavirus yang dilaporkan terjadi pada anak-anak. Dalam situasi yang jarang terjadi, virus ini berakibat fatal, dan sejauh ini kasusnya hanya terjadi pada orang tua dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya. 

Anda harus segera mencari perawatan medis, tetapi perlu diingar bahwa gejala novel coronavirus, seperti batuk atau demam, sangat mirip dengan gejala flu atau pilek biasa yang lebih sering terjadi. 

Tetap lanjutkan praktik menjaga kebersihan yang baik, seperti rutin cuci tangan, dan memastikan anak Anda mendapatkan vaksin flu yang sudah diperbarui agar Anak Anda terlindungi dari virus dan bakteri lain yang menyebabkan penyakit.

Sama halnya dengan infeksi pernapasan lainnya seperti flu, segera cari perawatan medis jika Anda atau anak Anda mengalami gejala, dan cobalah untuk tidak pergi ke tempat-tempat umum (tempat kerja, sekolah, angkutan umum), untuk mencegah penyebaran ke orang lain.

Apa yang harus dilakukan jika ada keluarga yang mengalami gejala virus corona

Anda harus segera mencari perawatan medis jika Anda atau anak Anda mengalami demam, batuk, atau kesulitan bernapas. Beri tahu tenaga kesehatan jika Anda telah bepergian ke suatu daerah yang ada infeksi novel coronavirus, atau jika Anda telah melakukan kontak dengan seseorang yang telah melakukan perjalanan dari salah satu daerah yang terjangkit dan memiliki gejala pernapasan.

Apakah ibu hamil bisa meneruskan virus corona ke bayi dalam kandungannya

Sampai saat ini, belum ada bukti yang cukup untuk menentukan apakah virus ini dapat ditularkan ibu ke bayinya selama di dalam kandungan, ataupun apa dampak lainnya yang bisa dialami bayi. Hal ini sedang dalam penelitian lebih lanjut. Ibu hamil harus menerapkan tindakan pencegahan yang tepat dan mendapatkan perawatan medis segera jika mengalami gejala yang mirip dengan gejala infeksi novel coronavirus, seperti demam, batuk, dan sesak napas.

Apakah ibu positif virus corona aman menyusui anaknya

Semua ibu yang berada di daerah yang terjangkit atau memiliki risiko tinggi infeksi harus segera mencari perawatan medis jika mengalami gejala demam, batuk, atau sesak napas.

Mengingat menyusui memiliki banyak manfaat dan tidak ada pengaruh signifikan dari transmisi virus penyakit pernapasan melalui ASI, ibu dapat terus menyusui. 

Akan tetapi, tindakan pencegahan harus diambil karena ada risiko penularan dari ibu ke bayi melalui percikan napas dan kontak langsung, begitu juga secara tidak langsung melalui permukaan yang terkontaminasi. Gunakan masker saat menyusui, cuci tangan sebelum dan sesudah menyusui, dan bersihkan permukaan yang terkontaminasi. 

Jika ibu sakit, ibu tetap perlu didorong untuk mengeluarkan ASI dan memberikannya kepada anak melalui cangkir bersih dan/ atau sendok – sambil tetap melakukan tindakan pencegahan lainnya.

Sumber : Bisnis.com