Ini Panduan Olahraga bagi Penderita Jantung

Warga berolahraga di Komplek Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (21/2/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
11 Mei 2020 10:07 WIB Desyinta Nuraini Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Olahraga memang baik untuk kesehatan. Namun bagi penderita penyakit jantung, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan saat berolahraga. Selama melakukan latihan mulai pemanasan, peregangan, pendinginan, mereka dengan penderita jantung harus memonitor kondisi jantungnya.

Praktisi kesehatan olahraga dari Slim and Health Sports Therapy, dr Michael Triangto, SpKO mengatakan perlu dihitung denyut jantung sebelum dan saat berolahraga.

Caranya cari tahu terlebih dahulu denyut jantung maksimal tubuh dengan mengurangi usia dari 220. Misalnya, jika berusia 50 tahun, 220-50 hasilnya 170 kali denyutan permenit, yang merupakan denyut jantung maksimal dalam semenit saat berolahraga.

The American Heart Association dan Centers for Disease Control and Prevention merekomendasikan bagi penderita jantung, intensitas detak jantung saat latihan setidaknya 50 hingga sekitar 70 persen dari denyut jantung maksimal.

Cara menghitungnya yakni 50% dikali 170 denyutan per menit, menghasilkan 85 denyutan per menit. Artinya, detak jantung saat latihan tidak boleh melebihi ataupun kurang dari 85 kali denyutan per menit.

"Kalau lebih akan bahayakan jantung. Kalau kurang, latihan tersebut tidak ada manfaatnya," ujarnya kepada Bisnis beberapa waktu lalu.

Memang tidak mungkin bagi penderita untuk menghitung detak jantungnya terus menerus saat berolahraga. Untungnya saat ini teknologi semakin berkembang.

Michael menyebut sudah banyak alat untuk memonitor jantung saat berolahraga, salah satunya dengan smart watch atau jam pintar. Pada alat tersebut ada sistem peringatan jika latihan yang dilakukan belum cukup atau melebihi detak jantung yang menjadi acuan.

Perlu diingat, jika baru saja berolahraga muncul keluhan jantung, Michael meminta agar olahraga tersebut harus dihentikan.

Poin berikutnya yang perlu dicatat para penderita jantung yakni mencatat progres yang diperoleh. Catat denyutan waktu mulai dan saat berolahraga. Mereka harus membuat grafik kondisi detak jantung dari rendah hingga naik, dan kembali turun.

Pencatatan ini diperlukan untuk mengetahui apakah olahraga atau latihan yang dilakukan bermanfaat atau tidak untuk kesehatan jantung. Biasanya mereka yang memiliki penyakit jantung, akan mengalami progres yang baik dalam jangka waktu 2 bulan ketika melakukan latihan.

Namun apabila sebaliknya, Michael menyarankan agar penderita melakukan evaluasi kondisi jantungnya ke dokter.

Sumber : Bisnis.com