Advertisement

Seorang Pria Alami Alergi Parah Akibat Hand Sanitizer

Newswire
Senin, 13 Juli 2020 - 05:47 WIB
Nina Atmasari
Seorang Pria Alami Alergi Parah Akibat Hand Sanitizer Membersihkan tangan menggunakan hand sanitizer. - ANTARA

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Hand sanitizer merupakan salah satu benda yang penting di era pandemi Covid-19. Seorang pria berusia 43 tahun memiliki reaksi alergi parah saat terpapar hand sanitizer atau cairan pembersih tangan, ungkap sebuah laporan yang diterbitkan dalam jurnal July, Alcohol and Alcoholism, belum lama ini.

Dia, seperti dilansir Livescience suatu hari mengunjungi bank. Sesuai anjuran pakar kesehatan selama pandemi Covid-19, dia membersihkan tangan menggunakan hand sanitizer, lalu mengalami reaksi alergi yakni kulitnya memerah, mual, dan gelisah.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Pria itu lalu dilarikan ke ruang gawat darurat. Dokter mengatakan dia memiliki detak jantung yang cepat, bersama dengan munculnya kemerahan di dada dan wajahnya.

Baca juga: Agar Vagina Kencang dan Sehat, Ini 5 Jenis Makanan yang Sebaiknya Sering Dikonsumsi

Setelah ditelusuri, si pria selama 3 tahun meminum disulfiram untuk mengobati penyalahgunaan alkohol yang menyebabkan efek seperti mabuk, termasuk kemerahan, sakit kepala, mual, muntah, dan detak jantung yang cepat.

Obat itu menyebabkan efek samping sekitar satu jam demi mencegah orang kembali minum alkohol.

Orang yang memakai disulfiram diperingatkan untuk tidak menggunakan produk yang mengandung alkohol, seperti beberapa saus, cuka, sirup obat batuk, karena paparan bahkan walau hanya sejumlah kecil alkohol dapat memicu reaksi.

Baca juga: 7 Manfaat Menikah Bagi Manusia, Para Lajang Perlu Baca

Pembersih tangan biasanya mengandung 60-70 persen alkohol, dan juga harus dihindari, menurut National Alliance on Mental Illness.

Dalam kasus pria itu, dokter akhirnya memberinya antihistamin, vitamin C yang merupakan beberapa perawatan pendukung yang direkomendasikan untuk reaksi disulfiram-alkohol.

Setelah sejam perawatan, gejala alergi pada pria itu sembuh dan dia diperbolehkan keluar rumah sakit. Dia lalu diperingatkan untuk tidak menggunakan pembersih atau berhenti menggunakan disulfiram.

Sebuah studi baru-baru ini dalam jurnal Alcohol and Alcoholism mengungkapkan, menghirup uap alkohol dari pembersih tangan, daripada penyerapan alkohol melalui kulit, tampaknya menjadi cara utama alkohol dalam pembersih tangan mencapai aliran darah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

ATF Dimanfaatkan Destinasi Wisata Jogja Gaet Wisatawan Asing

Jogja
| Minggu, 29 Januari 2023, 20:07 WIB

Advertisement

alt

Pendaki asal Madiun Ditemukan Tak Bernyawa di Puncak Gunung Lawu

News
| Minggu, 29 Januari 2023, 20:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement