Tomat Bisa Bikin Sperma Berenang Lebih Cepat

Ilustrasi. - Freepik
15 Juli 2020 06:47 WIB Newswire Lifestyle Share :


Harianjogja.com, JAKARTA - Tomat merupakan buah sekaligus sayuran yang dikenal banyak manfaatnya. Bukan hanya untuk kesehatan dan kecantikan, tomat juga dipercaya dapat meningkatkan kualitas sperma.

Hal tersebut berkat likopen, nutrisi yang ditemukan dalam tomat yang bermanfaat meningkatkan kualitas sperma.

Likopen, seperti vitamin E dan seng yang telah menjadi fokus penelitian sebelumnya, adalah antioksidan yang dapat mencegah oksidasi dalam sel.

Baca juga: Ini Lima Aturan Penting Merawat Rambut

Likopen banyak dikaitkan dengan manfaat kesehatan termasuk mengurangi risiko penyakit jantung dan beberapa jenis kanker.

Pada 2019 lalu, tim peneliti dari Universitas Sheffield mengatakan mereka menggunakan suplemen laktolycopene atau likopen karena nutrisi dalam makanan bisa lebih sulit untuk diserap tubuh sehingga mereka yakin bahwa setiap laki-laki menerima jumlah yang sama setiap hari.

Dalam uji coba selama 12 minggu, yang sebagian didanai oleh perusahaan yang membuat suplemen, 60 laki-laki dipilih secara acak untuk mengonsumsi 14 miligram likopen per hari.

Baca juga: Untuk Pria yang Suka Pelihara Jenggot, Ini Cara Mudah Merawat Agar Lebih Sehat

Sperma diuji pada awal penelitian, enam minggu penelitian dan pada akhir penelitian.

Hasilnya, tidak ada perbedaan dalam konsentrasi sperma, proporsi sperma dan motilitas, tapi ada perbedaan seberapa cepat sperma "berenang" pada mereka yang mengonsumsi likopen.

Meski demikian, Dr Liz Williams seorang spesialis nutrisi manusia yang juga memimpin penelitian ini mengatakan bahwa saran bagi laki-laki dengan masalah kesuburan masih sangat terbatas.

"Kami memberi tahu mereka untuk mengurangi konsumsi alkohol dan mulai makan makanan yang sehat, tetapi ini adalah pesan yang sangat umum. Ini adalah penelitian kecil dan kami perlu mengulang pekerjaan dalam uji coba yang lebih besar, tetapi hasilnya sangat menggembirakan," kata Liz.

Meski demikian, tim peneliti Universitas Sheffield mengatakan dibutuhkan penelitian lebih lanjut melibatkan laki-laki yang memiliki masalah kesuburan. Penelitian ini diterbitkan dalam European Journal of Nutrition.

Sumber : Suara.com