Psikolog Sebut Fetish Tak Selalu Negatif, jika ...

Pendidikan seksual sangat dibutuhkan kepada setiap orang - Ilustrasi
03 Agustus 2020 14:37 WIB Desyinta Nuraini Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pasca munculnya kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (Unair) dengan meminta korbannya membungkus seluruh badan dengan kain, istilah fetish sejak pekan lalu ramai diperbincangkan publik.

Namun apa sih sebenarnya yang disebut fetish?

Psikolog Klinis dari Enlightmind, Nirmala Ika mengatakan fetish merupakan ketertarikan atau hasrat seksual pada hal-hal atau benda non seksual. "Misalnya seseorang menjadi terangsang ketika melihat jempol kaki seseorang, melihat hidung, rambut seseorang," ujarnya kepada Bisnis--jaringan Harianjogja.com, Senin (3/8/2020).

Baca Juga: Fetish Aneh tapi Nyata, Bergairah Seksual karena Pohon hingga Listrik

Fetish memang lebih mengarah kepada gangguan seksual yang bisa berdampak kepada kepribadian seseorang dan relasinya dengan orang lain.

Penyebabnya bermacam-macam. Bisa karena pengalaman seksual dan trauma di masa lalu, namun bisa juga karena faktor neurologis di tubuhnya.

Lebih lanjut Nirmala menjelaskan fetish tak selalu negatif atau buruk jika diekspresikan kepada pasangan dengan persetujuan atau secara sadar dan tidak merugikan orang lain.

Baca Juga: Unair Terima Belasan Aduan Terkait Fetish Jarik Berkedok Riset

"Atau tidak mengganggu fungsi keseharian dia, ya nggak apa-apa juga. Lebih buruk atau negatif orang normal yang tidak punya gangguan apapun tapi melakukan pemerkosaan atau pelecehan seksual kepada orang lain," singgungnya.

Fetish juga bisa dikelola dengan treatment dan perawatan yang tepat sesuai dengan penyebabnya. "Bisa pribadi atau kalau punya pasangan pun bisa terapi bersama pasangannya," tukas Nirmala.

Sumber : bisnis.com