Tentang Acne Shaming, yang Dialami 77% Remaja Gara-Gara Punya Jerawat

Ilustrasi. - Freepik
24 Agustus 2020 00:17 WIB Newswire Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Jerawat menjadi masalah kulit tidak hanya untuk remaja, tetapi juga orang dewasa. Perjuangan membasmi jerawat dianggap sangat melelahkan sampai-sampai dapat menguras mental dan uang.

Bahkan berdasarkan survei yang dilakukan produk perawatan wajah Himalaya, 77 persen perempuan yang berjuang melawan jerawat mengalami acne shaming. Acne shaming sendiri adalah kondisi di mana seseorang memberikan respon negatif baik secara verbal maupun nonverbal kepada seseorang yang memiliki jerawat.

Baca juga: Tanpa Operasi dan Obat, Ini Cara Memperbesar Payudara

Survei yang diilakukan kepada lebih dari 1000 perempuan yang mengalami masalah jerawat di lebih dari 10 kota besar di Indonesia ini terungkap, 77 persen responden mengalami acne shamming dan mengatakan bahwa masalah jerawat berdampak pada kesehatan mental.

Survei ini juga menunjukkan jika jerawat sudah ada sejak usia muda, sebanyak 80 persen pejuang jerawat mengaku alami masalah jerawat sebelum usia 18 tahun, dan 25 persennya dialami sebelum usia 15 tahun.

Untuk periode berjerawat, 68 persen perempuan mengalami hampir setiap bulan, dan 32 persen mengalaminya seminggu sekali. Data ini menunjukkan bahwa jerawat menjadi permasalahan yang cukup mengganggu waktu pejuang jerawat.

Baca juga: Benarkah Berhubungan Seks Saat Hamil Bisa Permudah Proses Persalinan

Acne shaming diterima para perempuan dalam berbagai bentuk, seperti 58 persen pernah menerima komentar buruk secara langsung, seperti cemoohan dan diejek di muka umum. Sementara 38 persen lainnya mengalami dalam bentuk nonverbal seperti gestur, tatapan, dan ekspresi wajah yang menunjukkan rasa jijik.

Tidak hanya itu, 20 persen pejuang jerawat juga menerima perlakuan tidak menyenangkan seperti 'dinyinyirin' atau dibicarakan di belakang mereka. Mirisnya, pejuang jerawat mengalami acne shamming justru dari orang-orang terdekatnya, 52 persen didapat dari teman, 23,3 persen dari orangtua, 23,8 persen dari saudara dan keluarga terdekat.

Data tersebut menunjukkan masalah jerawat tidak hanya menyerang fisik tapi juga dapat menjadi beban bagi mental pejuang jerawat karena orang-orang terdekat yang seharusnya dapat menjadi support system mereka memberikan komentar negatif. Akibatnya orang yang mengalami acne shaming. membuat 73 persen dari mereka menjadi tidak percaya diri, 60 persen kurang menarik, dan 52 persen merasa malu.

Perasaan tersebut jika berlangsung secara terus menerus dalam waktu yang lama dapat berpengaruh pada kesehatan mental pejuang jerawat. Terbukti 20 persen pejuang jerawat mengatakan bahwa mereka frustasi, bahkan 13 persen mengalami depresi karena jerawatnya.

Melihat dampak acne shaming yang dapat berpengaruh terhadap kesehatan mental pejuang jerawat, maka sudah seharusnya isu ini menjadi pembicaraan yang umum. Sehingga semakin banyak orang yang memiliki kesadaran dan dapat menyikapi masalah jerawat dengan lebih bijaksana.

Sumber : Suara.com