Raditya Dika Berbagi Tips Kembangkan Branding di Podcast

Penulis Raditya Dika - Akbar Evandio/Bisnis
06 September 2020 15:57 WIB Akbar Evandio Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Membangun merek (branding) merupakan salah satu fondasi untuk bisa bertahan dalam dunia siniar (podcast).Hal tersebut disampaikan penulis dan kreator konten, Raditya Dika.

“Ada hampir satu juta podcast di dunia, anda bukan satu-satunya sehingga kamu perlu jadi yang paling beda dan punya keunikan, karena ini yang membuat kita dicari oleh pendengar, kita akan lebih muda dikenal,” ujarnya lewat agenda kelas podcast siberkreasi, Minggu (6/9/2020).

Pria dengan nama lengkap Dika Angkasaputra Moerwani Nasution ini menyebutkan terdapat beberapa prinsip untuk membangun merek agar menarik minat penggemar.

Pertama, Radit mengimbau untuk menentukan siapa penikmat podcast. Menurutnya, pelaku podcast bisa membuat pemetaan, seperti dari usia dan jenis kelamin, pendidikan, gaya hidup, perilaku dan lainnya.

“Penting untuk membayangkan siapa yang akan mendengarkan podcast. Hal ini karena akan membantu dalam membangun persona penikmat karyamu,” ujarnya. 

Baca Juga: Sperma Bisa Hidup di Permukaan Kulit bahkan di Sprei, Bisa Bikin Hamil?

Kedua, Radit mengatakan bahwa perlu untuk memahami seperti apa sebuah podcast kalian ingin dikenali serta gaya dan pembawaan yang seperti apa yang akan ditonjolkan.

“Apakah dibawakan secara lucu, serius, sopan, dan lainnya. Tidak masalah mau bahas apa, tetapi penting mengetahui cara ngomonginnya [pembawaan] dari podcast kalian,” ujarnya.

Radit pun mengimbau agar seorang penyiar tidak menebak bagaimana membuat produk podcast yang baik untuk dihasilkan. Menurutnya, hal tersebut justru membuat sebuah produk menjadi monoton atau tidak memiliki nilai pembeda.

“Carilah yang dekat dengan diri kita, podcast saya sendiri adalah [produk] keresahan yang ingin saya kulik dan dekat dengan diri sendiri,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan juga penting dalam menemukan suara podcast, yakni sapaan untuk pendengar, gaya bahasa, gaya bercanda, dan kata- kata khas yang memberikan branding pada diri sendiri.

Baca Juga: Survei LSI: Pilkada Serentak Digelar Saat Pandemi, Hanya 46 Persen Pemilih Datang ke TPS

Dia pun menyebutkan bahwa sebuah branding, tidak luput dari promosi. Menurutnya, teaser podcast yang baik memiliki durasi maksimal satu menit, memberikan gambaran singkat dari konten yang dihadirkan dengan tidak melupakan Asdikamba (5W+1H), dan menyertai tautan podcast ke media sosial.

“Saya menganggap konten harus punya payung, manfaatkan setiap katakteristik platform media sosial, seperti Facebook dan Instagram yang memberi visual menarik dan mengirim tautan langsung ke podcast, Twitter bisa untuk memberikan cuplikan dan kutipan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Radit menjelaskan bahwa aplikasi pesan daring merupakan salah satu platform untuk memaksimalkan branding. Namun, keunikan dari media tersebut adalah menonjolkan personalitas dan relevansi, sehingga perlu untuk memahami strategi untuk mempromosikan sebuah podcast, yakni dengan memahami karakteristik penerima pesan.

“Jangan jualan langsung [promosi] terutama di grup chat. Taruh tautan podcast kalian yang relevan dengan grup tersebut, karena tidak semua konten dapat dipromosikan di semua grup chat,” ujarnya.

Terakhir, Radit mengimbau agar penyiar podcast tetap memahami bahwa konsep terpenting dari siniar adalah seni untuk mendengarkan.

“Jangan berkeinginan merasa satu level dengan narasumber atau tamu kalian, jangan memotong, memberikan pendapat atau memuaskan ego agar terlihat setara dengan tamu kalian. Sejatinya talkshow adalah seni mendengarkan orang lain, menahan diri untuk tidak bicara dan menanggapi pesan orang lain adalah hal yang tepat,” katanya.

Sumber : bisnis.com