Awas, Berada di Dalam Rumah Pun Dapat Terpapar Sinar Ultraviolet

Warga menutup sinar matahari yang menyinari muka saat matahari bersinar terik di musim kemarau. - Harian Jogja/Nina Atmasari
19 September 2020 03:17 WIB Newswire Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Sebagai negara di garis Khatulistiwa, Indonesia banyak mendapatkan paparan sinar matahari. Sinar matahari bisa bermanfaat salah satunya sebagai pemasok vitamin D.

Tapi ternyata, meski memiliki manfaat kesehatan, sinar ultraviolet atau UV juga dapat menimbulkan berbagai masalah kulit seperti menyebabkan kemerahan, perih, sensasi terbakar hingga merusak melanin dan membuat kulit terlihat lebih gelap.

Baca juga: Ini Sederet Manfaat Baik Berhubungan Seks. Eits, Hanya untuk Pasutri ya...

Sinar UV juga mampu menembus lapisan kulit lebih dalam, menyebabkan penuaan kulit yang ditandai dengan munculnya keriput dan noda atau flek hitam hingga menyebabkan kanker kulit.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa paparan sinar UV yang berlebihan justru dapat menurunkan kemampuan sistem kekebalan tubuh manusia dalam mendeteksi dan menangkal sel ganas.

Karena itu, penggunaan sunscreen atau tabir surya dalam kehidupan sehari-hari terutama saat beraktivitas seperti olahraga outdoor menjadi sangat penting penting dilakukan.

Baca juga: Masker Scuba dan Masker Buff Tidak Efektif Mencegah Covid-19, Ini Penjelasannya

Sayangnya, tidak semua orang betah menggunakan tabir surya. Alasannya, selain tekstur yang kurang nyaman, rendahnya penggunaan tabir surya juga dipengaruhi oleh persepsi keliru seperti ‘tidak perlu memakai sunscreen bila keluar rumah sebentar atau saat cuaca mendung’.

Masalahnya lagi, dr. Inneke Jane mengatakan bahwa sinar UV dapat menembus pakaian serta kaca.

"Jadi saat berada di rumah pun kita bisa terpapar sinar UV yang masuk dari jendela kaca. Apalagi saat keluar rumah, meskipun hanya sebentar, kulit dapat terpapar oleh sinar UV yang tembus melalui celah serat pakaian," kata Inneke Jane dalam acara NIVEA Sun SKINVERSATION beberapa waktu lalu.

Pun saat cuaca mendung, awan dapat menyaring sinar matahari, tetapi tidak sinar UV. Dengan kata lain, pada hari yang berawan atau mendung sekali, kita masih dapat terpapar sinar UV dari matahari.

Padahal kulit yang tidak terlindungi dan mendapat paparan sinar UV secara berlebihan dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh yang berfungsi untuk mendeteksi dan menyerang sel ganas.

"Hal ini tentu bertolak belakang dengan harapan kita berolahraga yaitu untuk meningkatkan imunitas tubuh. Karenanya, bila ingin mendapat manfaat maksimal dari berolahraga outdoor, lindungi kulit dengan menggunakan sunscreen secara merata dan berkala," tutupnya.

Sumber : Suara.com