Dokter Jelaskan Penyakit Jantung Tidak Muncul Tiba-tiba, Seperti Ini Prosesnya

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
28 September 2020 05:27 WIB Newswire Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Penyakit jantung menjadi salah satu penyakit pembunuh manusia. Tidak memiliki keluarga dengan riwayat sakit jantung bukan berarti Anda lolos dari risiko sakit berbahaya tersebut.

Apalagi pola hidup yang tidak sehat menjadi salah satu pemicu utama munculnya penyakit jantung terhadap siapa pun.

Terutama pola hidup dengan makanan yang tinggi lemak jahat yang mengakibatkan kolesterol meningkat.

Baca juga: Hasil Studi di Jepang, Face Shield Tak Efektif Cegah Covid-19

Dokter spesialis jantung dr. Vito Damay Sp.JP (K) menjelaskan, kolesterol sebenarnya dibutuhkan tubuh dalam sistem metabolisme. Tetapi juga bisa jadi sumber masalah bagi kesehatan.

"Jadi masalah kalau kolesterol jahat menumpuk menjadi plak atau jadi menyempitan di jantung, yang pada akhirnya berubah jadi serangan jantung. Itu jadi gak bermanfaat lagi," kata Vito dalam sharing session 'Love Your Heart is Not That Hard', Minggu (27/9/2020).

Baca juga: Saat Kondisi Sulit, Waktu Terasa Berjalan Lebih Lama. Ternyata Ini Penjelasannya

Vito menyampaikan, kecuali karena faktor genetik, penyakit jantung sebenarnya tidak muncul secara tiba-tiba. Butuh proses panjang hingga kolesterol jahat menumpuk menjadi plak dan menyumbat pembuluh darah.

Tak jarang, proses itu terjadi sejak usia sekitar 20-an. Sehingga, Vito mengaku tak jarang mendapati pasien jantung yang masih berusia di bawah 40 tahun.

"Memang kolesterol tinggi terutama LDL atau kolesterol jahat jadi faktor utama penyebab serangan jantung dan itu bisa meningkat pada usia muda. Kadang usia muda gak sadar mungkin karena ngerasa gak gemuk-gemuk amat, makan biasa saja gak jorok, makan gorengan sekali-sekali. Sehinga gak aware bisa kolesterol tinggi," katanya.

Ditambah lagi dengan kebiasaan merokok di kalangan anak muda. Vito mengingatkan bahwa rokok bisa membuat pembuluh darah jadi meradang dan rusak.

Akibatnya, kolesterol akan lebih mudah masun dan menumpuk jadi plak. Jika seperti itu, sudah pasti penyakit jantung juga akan lebih cepat terjadi.

Sumber : Suara.com