Peneliti di London: Long Covid-19 Bisa Menjadi Masalah Besar

Virus Corona
06 Oktober 2020 03:37 WIB Syaiful Millah Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Para peneliti dari King's College London menyebut bahwa Covid-19 jangka panjang (long Covid) dapat menjadi masalah besar.

Orang yang menderita kondisi ini telah melaporkan sesak napas, kelelahan kronis, dan kabut orak berbulan-bulan setelah terinfeksi virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

Studi tersebut mengungkapkan sekitar 10% pasien Covid-19 mengalami gejala yang berkepanjangan selama berbulan-bulan. Sebanyak 2% di antaranya masih mengalami gejala setelah 3 bulan.

Para penulis makalah yang berjudul Long Covid: Reviewing the Science and Assessing the Risk, mengatakan bahwa kampanye kesadaran akan membantu orang patuh pada langkah-langkah pencegahan seperti menggunakan masker.

Dalam laporan tersebut, Profesor Tim Spector menyatakan bahwa dalam beberapa bulan pertama pandemi, masih sedikit perhatian yang diberikan pada populasi yang terinfeksi tetapi tidak menunjukkan gejala, yang mencakup hampir 99% kasus.

Dia mengungkapkan ternyata Covid-19 bukan hanya flu yang buruk, tetapi pada banyak orang penyakit tersebut berperilaku seperti penyakit autoimun, yang memengaruhi banyak sistem di dalam tubuh.

Spector mengatakan aplikasi Covid Symptom Study yang diluncurkan King's College London dan perusahaan kesehatan Zoe, telah melihat lebih banyak gejala yang dialami pasien Covid-19 dengan menerima data lebih dari 4 juta orang.

Berdasarkan data tersebut, lanjutnya, banyak orang yang kondisinya belum pulih setelah 2 minggu - seperti yang diharapkan sebelumnya. Data justru menunjukkan ada yang mengalami gejala hingga berbulan-bulan kemudian.

"Ini adalah sisi lain Covid-19, perjalanan jarak jauh yang bisa menjadi masalah kesehatan masyarakat yang lebih besar daripada kematian tinggi akibat penyakit ini. Utamanya memengaruhi orang tua yang rentan," katanya seperti dikutip Metro UK, Senin (5/10).

Para penulis mengatakan hal ini tampaknya menjadi statistik yang paling dapat diandalkan untuk mendasarkan perkiraan kasar tentang gejala Covid-19 jangka panjang dalam populasi yang lebih besar.

Laporan tersebut mengatakan bahwa penyakit pandemi ini tampaknya jarang terjadi pada mereka yang berusia di bawah 18 dan di atas 65 tahun, dengan prevalensi lebih tinggi di antara kelompok usia pekerja.

Usia rata-rata dari mereka yang terkena dampak dari Covid-19 jangka panjang adalah mereka yang berusia 45 tahun, dan lebih banyak memengaruhi perempuan ketimbang laki-laki.

Sumber : bisnis.com