Perempuan Wajib Tahu, Ini Gejala Monopause

Ilustrasi menopause - Istimewa
06 November 2020 14:57 WIB Desyinta Nuraini Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Setiap perempuan yang mengalami menstruasi akan mengalami menopause. Ini merupakan bagian alami dari proses penuaan. Namun setiap perempuan memiliki waktu yang berbeda-beda ketika masuk dalam fase menopause.

Ginekolog dan Dokter Kandungan Intimina UK, Dr Shree Datta mengatakan durasi dan tingkat keparahan gejala menopause berbeda dari perempuan ke perempuan. Menopause terjadi ketika kadar hormon tubuh berubah.

Dia menjelaskan ketika perempuan mulai memasuki masa menopause, ada penurunan kadar estrogen dan progesteron dan pada akhirnya ovarium akan pensiun.

Baca juga: Ingin Payudara Kencang? Cobalah Konsumsi 5 Jenis Makanan Ini

“Anda mungkin memperhatikan adanya perubahan dalam menstruasi Anda, misalnya, frekuensi atau keteraturannya menjelang menopause, tetapi kadang-kadang bisa berhenti tiba-tiba. Pada beberapa perempuan, menopause mungkin disebabkan oleh pengobatan seperti kemoterapi," tuturnya dilansir Express UK, Jumat (6/11/2020).

Kebanyakan perempuan mengalami setidaknya satu gejala di sekitar waktu menopause. Datta menyebut gejalanya sangat bervariasi dari satu perempuan ke perempuan lain, seperti seberapa parah mereka dan berapa lama mereka bertahan.

Gejala umum termasuk rasa panas, keringat malam, kekeringan vagina, perubahan suasana hati (seperti perasaan cemas atau depresi), kelelahan, kesulitan tidur, sakit kepala, penurunan libido, nyeri sendi atau otot.

"Kita semua pernah mendengar tentang hot flashes, dan itu karena itu adalah salah satu gejala menopause yang paling umum dialami. Mereka tiba-tiba merasa panas, berkeringat, jantung berdebar dan memerah yang menyebar dari wajah ke seluruh tubuh dan berlangsung selama beberapa menit," jelasnya.

Datta menyebut beberapa orang hanya mengalami sedikit hot flushes, di mana yang lain mengalaminya beberapa hari dan beberapa mungkin mengalami kemerahan dan berkeringat. "Mereka disebabkan oleh perubahan hormon dalam tubuh, tetapi dapat dipicu oleh stres, alkohol atau kopi, makanan pedas, dan merokok," jelasnya.

Baca juga: Sering Mabuk Saat di Kendaraan? Cobalah Beberapa Tips Ini untuk Mengatasinya

Sementara itu, Datta mengatakan menopause biasanya terjadi antara usia 45 hingga 55 tahun, saat menstruasi Anda berhenti. “Ini terjadi saat kadar hormon Anda turun dan berarti Anda tidak lagi melepaskan telur untuk hamil secara alami," tuturnya.

Usia rata-rata wanita untuk mengalami menopause adalah 51 tahun. Sementara gejala menopause biasanya timbul 12 bulan sejak menstruasi terakhir. Namun, rata-rata sebagian besar gejala berlangsung sekitar empat tahun dari periode terakhir menstruasi.

Sekitar satu dari setiap 10 wanita mengalami gejala hingga 12 tahun. “Gejala menopause dapat berlanjut, meskipun mungkin menjadi jauh lebih bisa dikendalikan. Anda mungkin memperhatikan masa transisi di mana Anda mulai mengalami gejala menopause sebelum menstruasi Anda berhenti sepenuhnya dan ini mungkin berlangsung beberapa tahun," terangnya.

Di sisi lain, Datta mengatakan ada serangkaian tindakan untuk mengatasi gejala menopause, dan penanganannya bergantung pada gejala yang Anda alami. Misalnya, jika mengalami kekeringan pada vagina, dokter akan mempertimbangkan apakah krim berbasis estrogen dapat membantu gejala tersebut.

Anda juga dapat menjalani Terapi Penggantian Hormon tetapi mungkin perlu meninjau pola makan dan gaya hidup Anda sebelum melakukannya. “Jika Anda mengalami hot flashes, kami akan meninjau diet dan asupan kafein dan alkohol Anda serta mempertimbangkan terapi estrogen dan progesteron," jelasnya.

Sumber : Bisnis.com