Pap Smear Tetap Bisa Dilakukan Saat Menstruasi, Ini Penjelasannya

Ilustrasi. - Freepik
11 November 2020 08:57 WIB Newswire Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Salah satu motode deteksi dini kanker serviks adalah tes pap smear. Bagi mereka yang berusia 25 hingga 64 tahun, terlebih aktif berhubungan seksual, pap smear merupakan keharusan.

Paling tidak kamu harus menjalani pap smear setiap tiga tahun sekali. Kemudian ketika Anda berusia 50 hingga 64 tahun, Anda hanya perlu pergi setiap lima tahun.

Perempuan berusia di atas 65 tahun hanya akan diundang untuk tes jika salah satu dari tiga tes terakhir mereka memberikan hasil yang tidak normal.

Baca juga: Kehilangan Kemampuan Penciuman Pasti Terinfeksi Covid-19?

Salah satu pertanyaan yang juga sering muncul, bolehkah Anda dapat melakukan tes smear saat menstruasi.

Dilansir dari Express UK, jawabannya ialah bisa. Tetapi yang terbaik adalah tidak melakukannya.

Darah menstruasi dapat mengencerkan sampel sel dan ini berarti Anda perlu menjalani tes lagi.

Situs NHS merekomendasikan membuat janji untuk waktu di mana Anda tidak mengalami menstruasi. Anda juga harus mencoba menghindari dua hari sebelum atau sesudah Anda menstruasi.

Cobalah untuk memesan tes smear paling tidak sehari selama pertengahan siklus, yaitu sekitar 14 hari setelah dimulainya menstruasi terakhir Anda.

Baca juga: Ingin Penghasilan Tambahan di Tengah Resesi? Tips Ini Bisa Dicoba

Umumnya tes ini memakan waktu kurang dari lima menit, dan Anda akan keluar masuk kantor dokter dalam 10 menit.

Dokter akan memberi tahu Anda tentang apa yang akan terjadi.

Anda perlu melepaskan pakaian dari pinggang ke bawah, dan Anda dapat melakukannya di balik layar.

Anda kemudian akan diberi selembar kain untuk menutupi area tersebut.
Tes noda menyakitkan selama beberapa detik, dan itulah mengapa begitu banyak orang cenderung menundanya.

Namun, tes smear membantu mencegah kanker serviks dan sangat penting.

Sumber : Suara.com