Agar Fokus Sekolah dari Rumah, Anak Butuh Sumber Gizi

Ilustrasi anak. - JIBI
25 November 2020 22:37 WIB Newswire Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Perubahan gaya hidup masa pandemi yang membuat anak bersekolah dari rumah menjadi lebih membebani otak mereka. Karena anak harus lebih fokus dalam menangkap pesan melalui suara yang disampaikan guru melalui ponsel.

Ahli Gizi Rita Ramayulis menjelaskan sumber gizi penting yang harus diberikan kepada anak agar bisa menjalani aktivitasnya sehari-hari, seperti sekolah dari rumah.

"Salah satu sumber gizi yang penting adalah serealia utuh, karena serealia utuh masih memiliki keseluruhan tiga lapisan [kulit, endosperma, dan inti] yang mengandung lebih banyak serat, vitamin B, karbohidrat dan protein," kata Rita, dikutip dari siaran resmi Koko Krunch Nutrismarta.

BACA JUGA : Tak Hanya Makanan, Ini 4 Tips Ciptakan Gizi Seimbang Anak 

Ia menambahkan Vitamin B dan zat besi juga berperan penting dalam membantu mengoptimalkan fungsi organ dan jaringan tubuh anak, karenanya sangat dianjurkan untuk diberikan dalam menu makanan dan minuman sehari-hari pada anak.

Kombinasi vitamin B (B2, B3, B6, B9) membantu proses metabolisme energi sedangkan zat besi merupakan komponen hemoglobin yang membawa oksigen dan zat gizi ke seluruh tubuh termasuk otak.

Rita juga menekankan pentingnya sarapan untuk anak. Ketika tidur, anak menggunakan banyak energi untuk membentuk hormon pertumbuhan yang merangsang tumbuh kembang anak, juga regenerasi berbagai sel.

"Akan terjadi penurunan kadar glukosa darah yang signifikan setelah lima jam tidak makan," katanya.

Jika anak tidak sarapan, maka tidak ada energi dan zat gizi yang cukup untuk mendukung proses belajar buah hati. Asupan gizi yang cukup juga harus dibarengi dengan aktivitas fisik demi kesehatan pencernaan anak. Setiap aktivitas fisik akan merangsang aktivitas di dalam saluran pencernaan, sehingga makanan bisa diolah secara baik.

BACA JUGA : Ini 8 Mitos tentang Diet dan Kesehatan yang Paling Banyak

Selain itu peningkatan metabolisme energi juga terjadi, sehingga proses inflamasi kronis bisa dilawan. Aktivitas fisik pun meningkatkan hormon endorfin yang mempengaruhi suasana hati anak. Suasana hati yang buruk akan mempengaruhi kehidupan mikrobiota baik.

“Kami menyarankan untuk membuat jadwal makan yang disiplin, yakni sarapan, lalu selingan pukul 10.00, makan siang, selingan sore, makan malam dan selingan malam,” katanya.

Sumber : Antara