Advertisement

Tak Hanya Makanan, Ini 4 Tips Ciptakan Gizi Seimbang Anak Selama Pandemi

Novita Sari Simamora
Sabtu, 29 Agustus 2020 - 13:47 WIB
Nina Atmasari
Tak Hanya Makanan, Ini 4 Tips Ciptakan Gizi Seimbang Anak Selama Pandemi Anak bermain bersama orangtua selama pandemi virus corona (Covid/19)

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Pandemi virus corona (Covid-19) membuat banyak aktivitas dibatasi. Salah satu dampaknya, anak sangat rentan menghadapi kekurangan gizi karena risiko penurunan daya beli.

Perwakilan UNICEF mengungkapkan sebelum pandemi, sekitar 2 juta anak Indonesia menderita gizi buruk. Setelah pandemi akan ada sekitar 7 juta anak di bawah usia 5 tahun mengalami stunting di Indonesia.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Baca juga: Penjelasan Terkait Radang Usus, Sakit yang Diderita PM Jepang Shinzo Abe

Unicef juga memperkirakan jumlah anak yang mengalami kekurangan gizi aku di bawah 5 tahun bisa meningkat 15 persen secara global pada tahun ini, jika tidak ada tindakan. Namun, untuk mencegah peningkatan stunting, pemerintah memperbesar bantuan sosial (Bansos) untuk keluarga miskin.

Ahli gizi dan Ketua Tim Ahli Pengembangan Panduan 'Isi Piringku'  Sri Anna Marliyati mengatakan ada empat pilar gizi seimbang untuk mencegah stunting. "Makanan bergizi seimbang terdiri dari lauk pauk, karbohidrat, buah-buahan dan sayuran," ungkapnya, Jumat (28/8/2020).

Berikut 4 pilar gizi seimbang:

1. Mengonsumsi pangan beraneka ragam

Bila anak bosan makan nasi maka bisa diganti dengan ubi, jagung, mi dan roti. Gantilah nasi dengan makanan yang mengandung karbohidrat.

Baca juga: Hasil Studi: Nonton di Bioskop Lebih Aman Dibandingkan Ngantor di Ruang Tertutup

Terkadang anak bosan untuk memakan telur, maka bisa diselingi dengan tahu, tempe, ikan dan daging. Begitu juga dengan sayur dan buah, hidangkan dan bentuklah buah agar menarik bagi anak.

2. Membiasakan perilaku hidup bersih

Memberikan contoh pada anak untuk selalu mencuci tangan dengan air bersih dan sabun, menggunakan jamban dan selalu memakai masker saat beraktivitas di luar rumah.

Selain itu, hindari kebiasaan merokok di dalam rumah. Merokok di dalam rumah bisa menimbulkan efek buruk kesehatan  jangka panjang anak-anak.

3. Melakukan aktivitas fisik

Setelah kebutuhan gizi anak tercukupi, maka anak bisa melakukan aktivitas fisik yang rutin, seperti berlari di pekarangan rumah dan senam.

Ajaklah anak senam di rumah, di lapangan atau ruang terbuka yang tidak ramai. Beraktivitas pagi hari, sebelum pukul 09.00 WIB, akan membantu anak mendapatkan vitamin D dari sinar matahari.

4. Memantau untuk mempertahankan berat badan normal

Pantaulah berat badan, tinggi anak dan lingkar kepala anak. Vaksinlah anak, agar terhindar dari penyakit berbahaya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

ATF Dimanfaatkan Destinasi Wisata Jogja Gaet Wisatawan Asing

Jogja
| Minggu, 29 Januari 2023, 20:07 WIB

Advertisement

alt

Banyak Kantor dan Ruko Kosong Dijual di Jakarta

News
| Minggu, 29 Januari 2023, 22:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement