Ilmuwan: Covid-19 Membuat Sel Paru-Paru Berantakan

Foto rontgen sinar-X menunjukkan paru-paru yang terinfeksi tuberkulosis. - Reuters/Luke MacGregor
14 Desember 2020 23:37 WIB Desyinta Nuraini Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Para peneliti dari Boston University School of Medicine (BUSM) di Amerika Serikat telah memecahkan kode rantai respons molekuler sel paru-paru manusia terhadap infeksi virus corona baru atau Covid-19. 

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Molecular Cell ini menilai sel-sel kantung udara paru-paru manusia yang direkayasa menggunakan teknologi spektrometri massa yang tepat dan dapat mengkarakterisasi molekul yang ada dalam sampel.

Berdasarkan analisis, para ilmuan mengidentifikasi protein dan jalur molekul dalam sel paru-paru yang levelnya berubah saat terinfeksi oleh virus SARS-CoV-2. Mereka percaya temuan ini memberikan wawasan tentang patologi penyakit dan target terapeutik baru untuk memblokir Covid-19. 

Baca juga: Pembukaan Sekolah Tatap Muka Tidak Boleh Asal-asalan

Dari penelitian ditemukan bahwa jenis penting dari modifikasi protein yang disebut "fosforilasi" menjadi menyimpang dalam sel paru-paru yang terinfeksi Covid-19. Fosforilasi protein memainkan peran utama dalam mengatur fungsi protein di dalam sel suatu organisme. Diketahui bahwa kelimpahan protein dan fosforilasi protein biasanya merupakan proses yang sangat terkontrol dalam kasus sel sehat.

Akan tetapi, para ilmuwan menemukan bahwa SARS-CoV-2 membuat sel paru-paru menjadi berantakan, menyebabkan perubahan abnormal pada jumlah protein dan frekuensi fosforilasi protein di dalam sel-sel.

Perubahan abnormal ini, kata para ilmuwan, membantu virus untuk berkembang biak dan pada akhirnya menghancurkan sel serta mengakibatkan meluasnya peradangan pada paru-paru. Setelah terinfeksi, para peneliti mengatakan virus corona dengan cepat mulai mengeksploitasi sumber daya inti sel, yang sebaliknya diperlukan untuk pertumbuhan dan fungsi normal sel.

"Virus menggunakan sumber daya ini untuk berkembang biak sambil menghindari serangan oleh sistem kekebalan tubuh. Dengan cara ini virus baru terbentuk yang kemudian keluar dari sel paru-paru yang kelelahan dan rusak, meninggalkannya untuk menghancurkan diri sendiri. Virus baru ini kemudian menginfeksi sel lain, di mana siklus yang sama berulang," kata Andrew Emili, salah satu peneliti dari BUSM seperti dilansir dari Times of India, Senin (14/12/2020).

Dalam studi tersebut, para ilmuwan memeriksa sel alveolar paru-paru dari satu hingga 24 jam setelah terinfeksi SARS-CoV-2 untuk memahami perubahan apa yang terjadi pada sel-sel tersebut. Mereka juga mengamati perubahan apa yang terjadi setelah 24 jam kemudian.

Baca juga: Longsor Timpa 2 Rumah di Piyungan

"Hasil kami menunjukkan bahwa dibandingkan dengan sel paru-paru normal atau tidak terinfeksi, sel paru-paru yang terinfeksi SARS-CoV-2 menunjukkan perubahan dramatis dalam kelimpahan ribuan protein dan peristiwa fosforilasi," kata Darrell Kotton,profesor patologi & laboratorium kedokteran di BUSM, yang juga ikut penelitian tersebut.  

Efek Satu Jam

Peneliti lainnya, Elke Muhlberger menambahkan bahwa data yang didapat juga menunjukkan bahwa virus SARS-CoV-2 menginduksi sejumlah besar perubahan ini sejak satu jam setelah infeksi dan meletakkan inang untuk membajak seluruh sel paru-paru. 

Sementara itu, para peneliti juga mengidentifikasi 18 obat yang telah disetujui secara klinis sebelumnya, yang awalnya dikembangkan untuk kondisi medis lain dan dipercaya bisa dipakai untuk pengobatan Covid-19. Mereka percaya penelitian lebih lanjut dapat menjelaskan potensi obat-obatan ini untuk memblokir proliferasi virus corona baru di sel paru-paru manusia.

Sumber : bisnis.com