Hasil Studi: Covid-19 Bisa Dideteksi dari Detak Jantung

Detak jantung
08 Januari 2021 03:37 WIB Mia Chitra Dinisari Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Sebuah studi baru menemukan bahwa detak jantung juga dapat menentukan apakah Anda mengidap Covid-19 atau tidak.

Aplikasi COVID Symptom Study, sebuah inisiatif nirlaba, mempelajari data dari lebih dari empat juta kontributor di seluruh dunia, yang pada akhirnya mengklaim bahwa detak jantung seseorang dapat menentukan apakah dia tertular virus atau tidak.

Menurut peneliti dari aplikasi studi yang sama, Covid-19 dapat menyebabkan detak jantung tidak teratur atau tinggi, lebih dari 100 detak per menit.

Luca Foschini, salah satu pendiri perusahaan kesehatan dan pengukuran yang berbasis di AS, Evidation Health, menyatakan, lonjakan besar dalam detak jantung saat istirahat adalah indikator yang lebih sensitif dari Covid.

Dalam analisis yang dilakukan oleh data Fitbit dan gejala yang dilaporkan sendiri, ditemukan bahwa peningkatan detak jantung saat istirahat merupakan indikator penyakit pada manusia.

Bagaimana cara mengukur detak jantung Anda?

Aplikasi COVID Symptom Study telah menyediakan seperangkat pedoman untuk mengukur detak jantung guna mengidentifikasi apakah seseorang mengidap COVID atau tidak. Berikut langkah-langkah yang harus diambil.

- Bersantai selama lima menit sebelum memeriksa detak jantung Anda.
- Periksa denyut nadi Anda dengan telunjuk dan jari tengah. Tekan sisi dalam pergelangan tangan atau sisi luar tenggorokan di bawah rahang.
- Hitung jumlah denyut nadi yang Anda rasakan selama 60 detik, atau hitung denyut selama 30 detik dan kalikan dengan dua.
- Irama denyut nadi yang teratur adalah normal.
Jika detak jantung istirahat Anda antara 60 dan 100 detak per menit (bpm), Anda memiliki detak jantung yang normal.

Sumber : bisnis.com