Hati-Hati! Pasien Covid-19 Masih Merasakan Gejala Ini Setelah 6 Bulan

Kelelahan menjadi salah satu gejala yang dialami pasien Covid-19 setelah 6 bulan - Antara
11 Januari 2021 15:47 WIB Ika Fatma Ramadhansari Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Studi terbaru menyatakan bahwa 76 persen dari pasien yang pernah di rawat di rumah sakit karena Covid-19 masih mengalami gejala tertentu setelah enam bulan.

Dikutip dari laman jurnal medis Lancet pada Senin (11/1/2021), penelitian tersebut melibatkan 1733 pasien Covid-19 yang dipulangkan antara Januari hingga Mei 2019 lalu di Rumah Sakit Jin Yin-tan, Wuhan. Lokasi tersebut merupakan tempat virus Covid-19 pertama kali terdeteksi.

Melalui penelitian ini, ditemukan kelelahan atau kelemahan otot adalah gejala yang paling umum. Ada pula pasien yang melaporkan kesulitan tidur atau insomnia.

Para ilmuwan mengatakan adanya gejala-gejala tersebut menunjukkan perlunya penyelidikan lebih lanjut terhadap efek virus corona yang masih ada, dilansir Al Jazeera pada Sabtu (9/1/2021).

“Karena Covid-19 adalah penyakit baru, kami baru mulai memahami beberapa efek jangka panjangnya pada kesehatan pasien,” kata penulis utama Bin Cao, dari National Center for Respiratory Medicine seperti dikutip, Senin (11/1/2021). 

Baca juga: Industri Pariwisata Terdampak PPKM, Singgih Raharjo: Belum Ada Rencana Relaksasi

Profesor Bin mengatakan penelitian itu menyoroti perlunya perawatan berkelanjutan bagi pasien setelah mereka keluar dari rumah sakit, terutama mereka yang menderita infeksi parah.

Pasien dengan usia rata-rata 57 tahun, yang dikunjungi antara bulan Juni dan September, menjawab pertanyaan tentang gejala dan kualitas hidup yang berhubungan dengan kesehatan. Selain itu, peneliti juga melakukan pemeriksaan fisik dan tes laboratorium.

Studi tersebut menemukan bahwa 76 persen pasien yang berpartisipasi dalam tindak lanjut (1.265 dari 1.655) mengatakan mereka masih memiliki gejala. Kelelahan atau kelemahan otot dilaporkan sebesar 63 persen, sedangkan 26 persen mengalami masalah tidur.

Studi ini juga mengamati 94 pasien yang tingkat antibodi darahnya tercatat pada puncak infeksi, sebagai bagian dari percobaan lain. Ketika pasien ini diuji ulang setelah enam bulan, tingkat antibodi penetralnya lebih rendah 52,5 persen.

Baca juga: Partisipasi Aktif Masyarakat Dibutuhkan untuk Penanggulangan Corona

Hal itu menimbulkan kekhawatiran tentang kemungkinan infeksi ulang Covid-19. Meskipun demikian, sampel yang lebih besar akan diperlukan untuk mengklarifikasi bagaimana kekebalan terhadap virus berubah dari waktu ke waktu.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun

Sumber : bisnis.com