Jangan Sembarangan! Begini Tahapan Memasang Behel Gigi

Pemasangan behel gigi harus sesuai dengan hasil konsultasi dari dokter gigi. - ilustrasi
19 Januari 2021 04:37 WIB Desyinta Nuraini Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Penggunaan behel pada remaja hingga dewasa sempat menjadi tren. Namun, tak sedikit mereka yang memasang kawat gigi itu bukan kepada ahlinya.

Spesialis Ortodonsia di RSK Gigi dan Mulut FKG Universitas Indonesia, drg. Nada Ismah mengatakan behel tidak bisa asal pasang, apalagi tidak dengan ahlinya.

Behel atau bracket adalah bagian dari material yang digunakan dalam perawatan ortodonti selain kawat gigi, bahan perekat (adhesif), O ring dan power chain (karet warna-warni), ligatur kawat, hingga band (cincin gigi). Masing-masing memiliki fungsi dengan material dan bentuk yang beragam.

Behel sendiri sering tampak seperti kancing-kancing kecil yang direkatkan di permukaan gigi. Berdasarkan materialnya ada yang terbuat dari logam, plastik ataupun keramik yang sewarna dengan gigi.

Baca juga: Benarkah Memakai Masker Dobel Lebih Efektif Cegah Virus Covid-19?

Perlu diketahui bahwa behel ini tidak sembarangan seperti kancing-kancing biasa. Setiap braket memiliki ukuran, bentuk dan sudut yang berbeda untuk masing-masing gigi. Kondisi inilah yang akan membantu menempatkan dan menggerakkan gigi sesuai yang diharapkan.

"Penggunaan behel ini terkait perawatan ortodonti yang melibatkan struktur gigi geligi di rongga mulut dan gigi diharapkan akan bergerak sesuai rencana perawatan," ujar Nada kepada Bisnis baru-baru ini.

Nada menjelaskan ada tahapan pemasangan behel. Diawali dengan konsultasi, dokter gigi akan memberikan gambaran awal tentang kondisi pasien serta upaya atau sasaran yang dapat dilakukan melalui perawatan ortodonti.

Pada saat konsultasi ini juga dijelaskan efek samping, prognosis (capaian hasil), langkah-langkah perawatan, serta biaya perawatan. 

Dari hasil konsultasi dan pemeriksaan awal biasanya akan diperoleh apakah dibutuhkan perawatan lain sebelum dilakukan pemasangan behel.

"Perawatan lain seperti penambalan gigi, bila ada yang lubang, pembersihan karang gigi bila ada karang gigi, pencabutan gigi bila ada sisa akar atau gigi yang busuk dan harus dicabut," bebernya.

Oleh karena itu, pasien akan dilakukan pemeriksaan intraoral, ektraoral, fungsional terlebih dahulu.

Kemudian, pembuatan ronsen foto seperti sefalometri lateral dan panoramik. Pasien juga akan melakukan pembuatan foto intraoral dan ekstra oral. Selanjutnya dokter akan melakukan pencetakan gigi, pemasangan separator dan cincin gigi (bila menggunakan band), serta pemasangan braket.

Baca juga: Awas, Ada Bakteri di Mainan Karet Anak yang Sering Dibawa Mandi

Saat pemasangan behel, pasien wajib melakukan kontrol gigi secara rutin hingga struktur rahang dan gigi sempurna. "Tidak rajin kontrol, bisa membuat kemajuan perawatan terhambat," imbuhnya.

Jaga Kebersihan Gigi

Bagi pengguna behel, ada hal yang perlu diperhatikan. Selain rutin berkonsultasi, mereka harus menjaga kebersihan gigi, sehingga permukaan gigi tidak mengalami perubahan warna ataupun berlanjut menjadi lubang gigi.

"Kebersihan gigi yang tidak terjaga baik juga kadang menyebabkan gusi mudah berdarah, memerah atau bengkak dan banyak karang gigi," tegas Nada.

Pengguna behel juga dianjurkan menggunakan retainer pasca perawatan ortodonti agar tidak mengalami kondisi yang tidak diinginkan seperti gigi bercelah, atau gigi berputar kembali.

Sumber : bisnis.com