Kenali Gejala dan Bahaya Vertigo Seperti yang Diderita Almarhum Rektor Paramadina

Ilustrasi - Healthmeup
07 Februari 2021 13:47 WIB Mia Chitra Dinisari Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Rektor Paramadina Firmanzah meninggal dunia, Sabtu (6/2/2021) karena menderita penyakit vertigo.

Penyakit yang satu ini, banyak dialami orang tapi kurang dipahami bahayanya. Lantas apakah vertigo bisa jadi penyebab kematian mendadak? 

Dekan FKUI Ari Fahrial Syam orang awam sering menyebut vertigo sebagai pusing tujuh keliling. 

Menurutnya, hampir semua orang pernah mengalami yang namanya vertigo atau pusing tujuh keliling. Karena vertigo bisa terjadi atau muncul dengan berbagai sebab.

Vertigo bisa ringan sampai berat. Vertigo ringan bisa pada perubahan posisi tertentu misal saat kita menunduk atau sujud terlalu lama dan saat bangun bisa mencetuskan terjadinya vertigo. Pada saat kita kurang tidur dan juga saat tekanan darah rendah,  akan timbul pusing melayang.  

Selain itu ketika otak kekurangan darah dalam waktu singkat misalnya karena masalah jantung antara lain karena serangan jantung, gangguan irama jantung yang mendadak terjadi vertigo.

"Dehidrasi, kurang minum bisa terjadi pada pagi hari apalagi jika kita menggunakan AC dan tubuh terpapar langsung dengan suhu dingin yang akan menyebabkan terjadinya  dehidrasi di pagi hari," ujarnya dikutip dari keterangan tertulisnya.

Oleh karena itu selalu dianjurkan pada saat bangun pagi bangun secara perlahan-lahan dan segera minum 1-2 gelas air putih untuk rehidrasi tubuh.  

Kadar gula darah yang rendah atau hipoglikemia bisa menyebabkan timbulnya vertigo, karena kesibukan seseorang bisa lupa makan dan minum bisa menyebabkan terjadinya vertigo. 

Secara umum, katanya, vertigo bukan diagnosis penyakit tetapi adalah gejala dari suatu penyakit.

Gejala vertigo

Vertigo sebagai satu diagnosis yang tertulis pada klasifikasi internasional  penyakit (ICD-10) adalah  benign paroxysmal positional vertigo (BPPV). Pasien dengan BPPV mempunyai gejala utama vertigo.

Vertigo terjadi saat pasien berguling atau bangun tiba-tiba dan biasanya vertigo yang muncul juga disertai mual. Penyakit BPPV ini terjadi karena ada masalah di telinga. 

Pasien-pasien  ini biasanya mengalami vertigo secara kronis dan perlu dikonsulkan ke dokter THT untuk evaluasi lebih lanjut. 

Berbagai penyakit  lain yang bisa menyebabkan terjadinya vertigo antara lain karena gangguan pada otak.

Penggunaan obat-obat tertentu misal anti depresi, obat penenang atau obat tidur bisa menyebabkan terjadinya vertigo.

Pasien kadang kala mengeluh seperti melayang saat mengonsumi obat tersebut. 

Kapan harus diwaspadai

Ada beberapa hal yang perlu diketahui oleh masyarakat seputar vertigo ini, dimana pasien harus segera berobat ke dokter yaitu apabila vertigo disertai dengan nyeri dada, sesak nafas, sakit kepada hebat, mual muntah, denyut jantung cepat, bicara menjadi tidak jelas bahkan sampai kejang-kejang maka pasien tersebut harus segera dibawa ke rumah sakit.

Karena bisa saja vertigo yang muncul tersebut adalah gejala serangan jantung atau stroke yang bisa berujung kematian pada pasien yang menderita vertigo mendadak.

Pengobatan 

Dikutip dari alodokter, pasien dapat mengatasi vertigo dengan duduk diam saat gejala kambuh. Beberapa jenis obat juga bisa digunakan untuk meredakan gejala, namun harus dengan resep dokter. Pengobatan yang diberikan dokter kepada pasien dapat berbeda-beda, tergantung penyebab yang mendasarinya.

Vertigo bisa dicegah dengan beberapa cara, antara lain:

- Tidur dengan posisi kepala lebih tinggi.
- Duduk diam sejenak saat bangun tidur.
- Gerakkan kepala secara perlahan.
- Hindari posisi membungkuk, agar vertigo tidak kambuh.

Vertigo ringan dapat diatasi secara mandiri. Namun, kasus vertigo berulang atau cukup berat membutuhkan konsumsi obat, terapi, hingga operasi, yang mungkin membutuhkan biaya pengobatan cukup besar. Oleh karena itu, coba pertimbangkan untuk memiliki asuransi kesehatan mulai dari sekarang sehingga tidak perlu repot memikirkan biaya pengobatan di kemudian hari.

Sumber : bisnis.com