Ibu Menyusui Positif Covid-19, Bisakah Menular ke Bayi?

menyusui - bbc.co.uk
08 Maret 2021 20:47 WIB Janlika Putri Indah Sari Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Virus Covid-19 bisa menyerang siapa saja tanpa memandang status sosial ataupun usia.

Siapapun bisa terdeteksi terpapar virus yang menyerang sistem pernapasan tersebut, termasuk dengan Busui atau ibu yang sedang menyusui.

Hal itu tentu menimbulkan was-was jika proses menyusui dapat menularkan virus pada bayi.

Menanggapi hal tersebut, dr RA Adaninggar, SpPD (@ningzsppd) memaparkan fakta-fakta dan pertanyaan terkait dengan ibu menyusui saat positif corona pada Instagram pribadinya.

Berikut fakta-fakta seputar busui yang positif Covid-19:

1. Manfaatnya Lebih Banyak

Bila dibandingkan dengan risiko, manfaat menyusui pada bayi lebih banyak. ASI berisi
segala nutrisi dan perlindungan imun yang dibutuhkan bayi.

Kemudian mengurangi risiko kanker tertentu, obesitas, dan penyakit kardiovaskuler bagi Ibu. Dan masih banyak lagi manfaatnya.

2. Tidak Menular Lewat ASI

Menurut hasil penelitian Pace et al (2021) tidak ditemukan RNA SARS COV2 pada ASI dari busui yang sakit Covid.

Pada tahun sebelumnya dari hasil penelitian JAMA (2020), ditemukan RNA SARS Cov2 pada ASI busui yang sedang sakit Covid, namun virusnya tidak tumbuh di media kultur. Itu artinya tidak dapat menular.

3.Antibodi SARS COV2 Pada ASI

Hasil dari penelitian Pace et al (2021)76 persen ASI mengandung IgA spesifik, 80 persen ASI mengandung IgG spesifik, 62 persen bisa menetralisir virus SARS COV2 invitro.

Data dari Mathieau et al (2020) ditemukan antibodi IgA, IgM, dan IgG terhadap protein spike dan nukleokapsid SARS COV2 pada ASI

Adanya antibodi IgA berpotensi berperan dalam menetralisir virus SARS CoV 2 di mukosa saluran napas, mencegah bayi terinfeksi.

4. Penularan Tetap Dari Paparan Droplet

Ditemukan RNA SARS Cov2 dari swab kulit dada ibu namum hasilnya tidak konklusif (Pace et al 2021)

Risiko penularan tetap ada dari droplet infeksi saluran napas baik dari ibu, pengasuh, atau orang sekitar. Maka dari itu harus diminimalkan dengan melakukan protokol kesehatan ketat.

Sumber : bisnis.com