Advertisement

Peneliti Kembangkan Tes Swab Kulit, Cara Tes Covid-19 Berikutnya

Luke Andaresta
Kamis, 25 Maret 2021 - 17:37 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Peneliti Kembangkan Tes Swab Kulit, Cara Tes Covid-19 Berikutnya Ilustrasi kulit tangan. Tes ini menganalisis sekresi sebum yang ada di kulit. - Bloomberg

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Beberapa peneliti melakukan uji coba untuk mengetes keberadaan virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 dengan cara yang lebih mudah.

Melansir dari Medical News Today, sebuah tim yang dipimpin oleh para peneliti dari University of Surrey di Guildford, Inggris, mengembangkan metode baru untuk menguji Covid-19 menggunakan usap kulit yang merupakan prosedur noninvasif.

Tes ini menganalisis sekresi sebum yang ada di kulit. Sebum adalah zat berminyak yang diproduksi di kelenjar sebasea. Kelenjar minyak terletak tepat di bawah kulit. Sebum terdiri dari campuran lipid, termasuk trigliserida dan asam lemak.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Baca juga: Jogja Kaji Kemungkinan Belajar Tatap Muka Untuk SD dan SMP

Tes usap sebum bekerja dengan menganalisis kemungkinan perubahan yang disebabkan virus dalam tubuh.

“Pengambilan sampel sebum memiliki potensi untuk mendukung kedua kebutuhan dengan melihat apa yang virus lakukan terhadap kita, daripada mencari virus itu sendiri,” tulis para penulis studi tersebut yang dikutip Bisnis, Rabu (25/3/2021).

Menguji sekresi sebum untuk suatu penyakit bukanlah hal baru. Penelitian sebelumnya telah mengidentifikasi perubahan profil sekresi sebum para orang dengan penyakit Parkinson dan Diabetes tipe 1.

Tim memperoleh sampel dari 67 peserta yang dirawat di rumah sakit. Hasilnya, 37 dinyatakan negatif covid-19 dan 30 dinyatakan positif. Peneliti mengumpulkan sampel dengan mengusapkan kain kasa pada kulit punggung atas para partisipan.

Baca juga: Gara-gara Kucing, Toko Kelontong di Girisuko Terbakar

Advertisement

“Sampel dapat dikumpulkan dengan mudah dan non-invasif melalui usapan lembut pada area kulit yang kaya akan sebum [misalnya wajah, leher, atau punggung],” tulis para peneliti.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Lakukan PKM, Tim UAD Dukung Program Indonesia Bebas Stunting

Gunungkidul
| Kamis, 29 September 2022, 10:27 WIB

Advertisement

alt

Airlangga Hartarto Jadi Tokoh Pemulihan Ekonomi Nasional

News
| Kamis, 29 September 2022, 10:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement