Mengenal Bipolar, Gangguan Hati yang Banyak Dialami Orang Dewasa

Ilustrasi gangguan bipolar - Istimewa
01 April 2021 13:17 WIB Hanafi Nurmahdi Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - 30 Maret merupakan peringatan Hari Bipolar se-dunia.

Gangguan bipolarĀ atau bipolar disorder memengaruhi hampir 3 persen populasi orang dewasa di Amerika Serikat setiap tahun. Gangguan bipolar umumnya disalahartikan sebagai gangguan perasaan hati (mood) yang sering berubah-ubah dengan cepat. Namun, gangguan seperti ini bisa dibilang jauh lebih rumit dari naik turunnya emosi yang diketahui banyak orang.

Dengan representasi yang salah tersebut, kesehatan mental bipolar menimbulkan arti sendiri yang sudah masuk kedalam masyarakat umum. Hal itu mengarah pada stereotip salah dan juga stigma yang buruk.

Berikut ini 4 pemahaman yang salah tentang gangguan bipolar atau bipolar disorder sepertiĀ dikutip dari Psychologytoday.com:

1. Menyenangkan dan Produktif Bagi Mania
Mania merupakan kondisi yang terjadi saat pengidap gangguan bipolar merasa sangat bersemangat, baik fisik maupun mental. Mania adalah salah satu karakteristik yang melibatkan distractibility, tidak bertanggung jawab, tekanan bicara, dan peningkatan energi.

Meskipun beberapa orang memiliki banyak energi dan merasa senang selama fase ini, mereka tetap akan dibebani oleh pikirannya juga mengalami gangguan stres yang berkepanjangan.

2. Bipolar Bukan Moody
Banyak orang beranggapan bahwa gangguan bipolar ditandai dengan perubahan mood yang cepat. Dengan suasana hati yang senantiasa selalu berubah, orang penderita gangguan bipolar dikatakan bisa menjadi orang yang berbeda tiap saat.

Faktanya, individu dengan gangguan bipolar tidak memiliki suasana hati yang selalu berubah. Melainkan mungkin mengalami hipomania sekali atau dua kali tiap tahunnya. Juga mengalami penurunan mood dengan periode waktu yang sama.

3. Kepribadian Ganda
Identitas disosiatif bisa dikatakan sebagai identitas ganda atau kepribadian ganda. Kepribadian ganda terjadi ketika seseorang menutup dirinya dari situasi stres bahkan kekerasan fisik maupun verbal.

Gangguan identitas disosiatif adalah mekanisme koping untuk stresor interpersonal, dan akibatnya, individu tersebut mengembangkan setidaknya dua keadaan kepribadian yang berbeda. Sementara itu, bipolar adalah gangguan mood yang ditandai dengan periode mania dan depresi.

4. Memicu Kreativitas
Banyak penulis, seniman, dan pekerja kreatif yang didiagnosis dengan gangguan bipolar. Akibatnya, banyak orang percaya bahwa mencari pengobatan untuk gangguan mood ini akan menghalangi kecerdasan kreatif mereka.

Kenyataannya justru banyak individu dengan gangguan bipolar tidak mengalami pola pikir yang jelas. Mencari pengobatan untuk gangguan bipolar memungkinkan individu menjadi lebih terorganisir dalam pikiran dan ekspresi mereka, yang kemudian memiliki lebih banyak waktu untuk menghasilkan banyak karya kreatif.

Sumber : bisnis.com