Kenali 6 Faktor Risiko Diabetes yang Bisa Diubah dan Dicegah

Ilustrasi pengecekan kadar gula darah terhadap penderita diabetes melitus - Reuters
06 April 2021 14:27 WIB Janlika Putri Indah Sari Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Penyakit diabetes menjadi musuh bagi banyak orang di seluruh dunia saat ini.

Penyakit ini akan membuat mobilitas dan produtifitas seseorang menjadi berkurang. Diabetes dapat menyerang siapa saja tanpa kenal usia dan juga gender.

Ketua Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) wilayah Jakarta, Bogor, Bekasi, Depok, Prof. Dr. Mardi Santoso mengatakan beberapa faktor yang menjadi penyebab diabetes bisa dihentikan, namun ada pula yang tidak bisa diubah.

"Faktor penyakit diabetes yang tidak bisa diubah adalah genetik. Namun itu bisa ditangani dengan menyadari sejak dini sehingga cepat dapat penganan yang tepat dari dokter sebelum parah," katanya secara virtual pada acara Daewoong media day, Selasa (6/4/21).

Berikut faktor risiko penyakit diabetes yang bisa diubah :

1. Kegemukan

Berat badan lebih bisa menjadi penyebab diabetes. Maka dari itu jangan sampai badan mengalami obesitas. Indeks masa tubuh yang lebih dari 23 kg/m2 dianjurkan menurunkan berat badan. Lingkar perut pria lebih dari 90cm dan lingkar perut perempuan lebih 80cm berpotensi obesitas.

2. Kurang Aktivitas Fisik

Kurang aktivitas fisik akan membuat tubuh rentan terhadap penyakit dan juga penumpukan lemak.

3. Dislipidemia

Rutin memeriksakan diri ke rumah sakit untuk mengetahui kadar kolesterol dan trigliserida. Kemudian batasi asupan makanan yang memicu kolesterol.

4. Riwayat Penyakit Jantung

Jika sudah memiliki riwayat penyakit jantung, diharuskan melakukan aktivitas yang berkualitas dan sehat. Rutin mengonsumsi obat sesuai resep dokter.

5. Hipertensi

Seseorang yang memiliki tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg dinyatakan hipertensi. Bila dibiarkan akan menyebabkan diabetes. Namun bisa di cegah dengan mengubah gaya hidup dan juga asupan makanan.

6. Diet Tidak Seimbang

Diet yang tidak tepat akan membuat asupan nutrisi yang diterima tubuh berantakan. Mengkonsumsi makanan diet haruslah diperhatikan kandungannya. Bila salah, makanan tersebut justru tinggi gula, garam, lemak dan rendah serat.

Sumber : bisnis.com