Butuh 3 Tahun, Hermès Luncurkan Tas Berbahan Jamur

Sylvania akan diproduksi di fasilitas California MycoWorks dan kemudian dikirim ke ateliers Herms di Prancis. - Hermes
08 April 2021 14:07 WIB Janlika Putri Indah Sari Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Industri fesyen dunia turut menggaungkan Konsep ramah lingkungan. Salah satunya Hermès yang baru saja memunculkan ide alternatif menggunakan bahan kulit vegan sebagai material pembuatan koleksi tas mahalnya.

Melansir Bisnis.com--jaringan Harianjogja.com dari robbreport, Kamis (8/4/2021), rumah mode kenamaan Prancis tersebut telah bekerja sama dengan MycoWorks, yaitu perusahaan rintisan yang berbasis di California untuk mengembangkan tekstil yang terbuat dari jamur.

Kain dari bahan jamur bernama Sylvania tersebut disebut sebagai contoh bahan bioteknologi generasi baru. Bahan tersebut akan muncul pada koleksi versi ramah lingkungan dari tas travel klasik Hermès Victoria.

Menghabiskan waktu tiga tahun dalam pembuatan Sylvania menggunakan teknologi Fine Mycelium yang dipatenkan dari MycoWorks.

Baca juga: Atta-Aurel Batal Bulan Madu ke Dubai. Ini Alasannya...

Untuk membuatnya, perusahaan menumbuhkan miselium jaringan filamen pada jamur dengan cara yang meniru kulit tradisional. Proses ini menciptakan struktur sel yang saling mengunci sehingga di gadang-gadang memberikan kekuatan material dan daya tahan yang mirip dengan kulit sapi.

Sylvania akan diproduksi di fasilitas California MycoWorks dan kemudian dikirim ke ateliers Hermès di Prancis. Di sana, perajin akan menyamak dan menyelesaikan kulit imitasi sebelum menjadikannya barang koleksi yang banyak dicari.

Desain perdana Sylvania pada tas Victoria dijadwalkan memasuki pasar pada akhir tahun ini.

Para merek fesyen raksasa telah menunjukkan minat yang meningkat pada keberlanjutan dalam beberapa tahun terakhir, serta kesediaan untuk menghindari material hewani.

Baru tahun lalu, Grup Prada, yang meliputi Prada, Miu Miu, sepatu Gereja, dan Marchesi, berhenti menggunakan bulu.

Hermès telah lama membangun reputasinya dengan menghadirkan desain berkualitas tertinggi dalam kategori barang-barang kulit bernilai lebih dari US$ 400 miliar di pasar global.

Untuk itu tidak menutup kemungkinan bahan Sylvania dan bahan ramah lingkungan lainnya akan digunakan bersama bahan kulit kulit asli yang telah menjadi ciri khas Hermès.

Baca juga: Setelah Divaksin Masih Bisa Terpapar Covid-19? Begini Penjelasan Dinkes Sleman

Meskipun demikian, bahan baru yang ajaib ini telah didukung oleh ahli material kulit.

Direktur artistik Hermès, Pierre Alexis Dumas mengatakan visi dan nilai MycoWorks menggemakan pandangan Hermès memiliki daya tarik yang kuat dengan transformasinya menggunakan bahan baku alami serta pencarian keunggulan.

"Dengan begitu tujuan memastikan bahwa objek digunakan sebaik mungkin dan dapat berumur panjang dimaksimalkan. Dengan Sylvania, Hermès adalah inti dari apa yang selalu ada. Yaitu novasi dalam pembuatan," kata Pierre.

Sumber : bisnis.com