Peneliti: Perlu Lebih Banyak Analisis Akan Risiko Varian Covid-19

Doreen Vickers, 83 tahun, menunggu saat seorang tenaga kesehatan mengisi jarum suntik dengan dosis vaksis Oxford/AstraZeneca Covid-19 di Appleton Village Pharmacy, di tengah penyebaran penyakit virus corona (COVID-19), di Widnes, Inggris, Kamis (14/1/2021). - Antara/Reuters
28 April 2021 08:37 WIB Rezha Hadyan Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Kajian lebih lanjut diperlukan guna mengetahui apakah varian virus Covid-19 yang pertama kali ditemukan di Inggris memberikan pasien risiko yang lebih besar mengalami gejala serius. Hal itu disampaikan oleh para peneliti di Jepang.

Melansir Perusahaan Penyiaran Jepang (Nippon Hoso Kyokai/NHK), Rabu (28/4/2021), satu tim yang dipimpin oleh para peneliti dari Pusat Nasional Kesehatan dan Obat-obatan Global menganalisis kondisi 110 pasien rawat inap yang tertular varian virus corona. Kajian itu dilaksanakan dari Desember 2020 hingga Maret 2021.

Varian Inggris yang amat mudah menular itu ditemukan dalam 105 pasien. Enam di antaranya ditempatkan dalam unit perawatan intensif atau dipasangi ventilator. Satu di antaranya telah meninggal dunia.

Keenam pasien tersebut berada dalam kondisi serius termasuk seorang pasien berusia 40-an tahun dan 50-an tahun. Kedua orang itu mengalami kelebihan berat badan. Empat orang lainnya berusia 70-an dan 80-an tahun, dengan menyandang penyakit lain seperti gangguan ginjal atau jantung serta stroke infark.

Para peneliti di fasilitas tersebut mengatakan risiko yang ditimbulkan oleh varian tersebut masih belum jelas karena penemuannya merupakan hasil sementara dan kajiannya hanya mencakup sejumlah kecil pasien. Mereka menambahkan pengobatan konvensional tampak efektif.

Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, Ohmagari Norio, menekankan pentingnya mengurangi infeksi baru, karena tidak ada keraguan varian ini amat mudah menular.

Sumber : bisnis.com