Cek di Sini, Risiko Penyakit Menurut Golongan Darah

Golongan darah
07 Mei 2021 05:17 WIB Mia Chitra Dinisari Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Setiap orang memiliki golongan darah. Jenis golongan darah tertentu dapat meningkatkan risiko seseorang terhadap masalah kesehatan yang berbeda, sebuah penelitian baru menunjukkan.

Penelitian tersebut mengkonfirmasi beberapa temuan sebelumnya dan mengungkapkan hubungan baru antara golongan darah dan penyakit, menurut penulis penelitian yang diterbitkan 27 April di jurnal eLife.

"Masih sangat sedikit informasi yang tersedia tentang apakah orang dengan golongan darah RhD-positif atau RhD-negatif mungkin berisiko terkena penyakit tertentu, atau berapa banyak lagi penyakit yang mungkin dipengaruhi oleh golongan darah atau golongan," kata penulis pertama Torsten Dahlén, seorang mahasiswa doktoral di Karolinska Institute di Stockholm dilansir dari Webmd.

Baca juga: Bahan Alami Ini Ampuh Enyahkan Jerawat dan Kulit Berminyak

Untuk membantu mengisi kesenjangan itu, para peneliti menyelidiki hubungan antara golongan darah, status RhD dan lebih dari 1.000 penyakit. (Seseorang dengan RhD positif memiliki protein yang disebut antigen D pada sel darah merahnya; RhD negatif berarti protein tersebut tidak ada.)

Analisis data kesehatan dari lebih dari 5 juta orang di Swedia mengidentifikasi 49 penyakit terkait dengan golongan darah, dan satu terkait dengan kelompok RhD.

Temuan menunjukkan bahwa orang dengan golongan darah A lebih mungkin mengalami pembekuan darah; mereka dengan golongan darah O lebih mungkin mengalami gangguan perdarahan; dan wanita dengan golongan darah O lebih mungkin mengembangkan tekanan darah tinggi akibat kehamilan ("hipertensi").

Baca juga: Vaksin Pertama dan Kedua Beda, Apa yang Terjadi?

Para peneliti juga menemukan hubungan baru antara golongan darah B dan risiko batu ginjal yang lebih rendah, dan mencatat bahwa wanita dengan RhD-positif lebih mungkin mengembangkan hipertensi akibat kehamilan.

Lebih banyak penelitian diperlukan untuk mengkonfirmasi temuan ini dan untuk mempelajari lebih lanjut tentang hubungan antara golongan darah dan risiko penyakit, menurut penulis penelitian.

"Temuan kami menyoroti hubungan baru dan menarik antara kondisi seperti batu ginjal dan hipertensi akibat kehamilan dan golongan darah atau kelompok," kata penulis senior Gustaf Edgren, profesor epidemiologi di Institut Karolinska.

"Mereka meletakkan dasar untuk studi masa depan untuk mengidentifikasi mekanisme di balik perkembangan penyakit, atau untuk menyelidiki cara baru untuk mengidentifikasi dan mengobati individu dengan kondisi tertentu," tambah Edgren dalam rilis berita jurnal.

Sumber : Bisnis.com