Ini Sejumlah Gejala Kolesterol Tinggi Mengarah pada Stroke & Jantung

Ilustrasi kolesterol - istimewa
10 Mei 2021 11:37 WIB Mia Chitra Dinisari Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Kolesterol tinggi sudah diketahui sangat berbahaya pada kesehatan. Orang dengan tingkat kolesterol tinggi berisiko mengalami sejumlah penyakit berbahaya seperti jantung dan stroke.

Kolesterol berbahaya karena biasanya lemak ini menumpuk di aliran darah mulai menggumpal dan melekat pada pembuluh darah. Ini mempersempit jalan yang harus dilalui oksigen dan nutrisi untuk mencapai semua bagian tubuh.

BACA JUGA : Jangan Khawatir! Ini Ada 4 Cemilan untuk Turunkan Kadar

Jika terlalu banyak kolesterol kemudian menyumbat saluran pembuluh darah, maka oksigen dan nutrisi dalam darah tidak akan bisa mencapai jantung sehingga menyebabkan serangan jantung.

Jika aliran darah ke otak juga terputus (karena terlalu banyak kolesterol), maka terjadilah stroke. Sebelum salah satu dari peristiwa tragis ini terjadi, mungkin ada tanda peringatan aterosklerosis.

Aterosklerosis adalah proses ketika terlalu banyak zat berlemak (seperti kolesterol) melapisi dinding pembuluh darah dan menyebabkan saluran darah menyempit.

BACA JUGA : 11 Makanan Ini Bisa Menurunkan Kolesterol

The British Heart Foundation mencantumkan enam tanda peringatan kolesterol tinggi Anda mengarah pada serangan jantung dan stroke berikut ini seperti dilansir dari Express:

1. Nyeri dada
2. Nyeri di salah satu anggota tubuh Anda, di mana mungkin ada arteri yang tersumbat
3. Sulit bernafas
4. Kelelahan
5. Kebingungan, akibat darah tidak mengalir ke otak Anda
6. Otot lemah.

The Heart Research Institute UK (HRI) menyatakan kolesterol adalah lemak lunak yang diproduksi oleh hati.

Kolesterol juga ditemukan di beberapa makanan yang dimakan orang. Kolesterol sebenarnya bermanfaat, karena berperan penting dalam membangun sel dan memproduksi hormon tertentu.

BACA JUGA : Begini 10 Cara Turunkan Kolesterol Secara Alami, Tanpa

Namun, kolesterol dibawa dalam darah oleh lipoprotein - high-density (HDL) atau low-density lipoprotein (LDL).

Kolesterol HDL disebut sebagai "baik", sedangkan kolesterol LDL disebut "buruk".

Kolesterol HDL dianggap "baik" karena dapat menempel pada kolesterol "jahat" dan membawanya kembali ke hati, di mana ia dipecah dan disaring keluar dari tubuh.

Kolesterol LDL dianggap "buruk" karena jika berlebihan dapat membentuk plak yang menempel di dinding pembuluh darah dan menyebabkan saluran darah menyempit.

Tes darah dapat mengungkapkan kadar kolesterol total, serta seberapa banyak kolesterol "jahat" yang ada.

Pilihan gaya hidup tertentu meningkatkan kadar kolesterol "jahat", seperti:

1. Merokok
2. Kurangnya aktivitas fisik
3. Kelebihan berat badan atau obesitas
4. Diet tidak sehat yang penuh dengan lemak jenuh

Aterosklerosis umum terjadi. Ini lebih sering terjadi pada orang di atas 65 tahun dan mereka yang memiliki riwayat keluarga penyakit jantung atau peredaran darah.

Saat ini, tidak ada pengobatan yang dapat menghentikan atau membalikkan aterosklerosis.

Namun, obat-obatan dan intervensi gaya hidup dapat memperlambat perkembangannya dan menurunkan risiko serangan jantung atau stroke.

Ini mungkin termasuk obat untuk mengobati diabetes, tekanan darah tinggi, atau untuk mengurangi risiko penggumpalan darah.

Pembedahan mungkin diperlukan, seperti bypass koroner atau angioplasti koroner.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia