Ibu Hamil Ingin Makan Gorengan? Ini yang Perlu Diperhatikan

Ilustrasi. - Freepik
10 Mei 2021 16:07 WIB Newswire Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Perempuan yang sedang hamil harus menjaga asupan makanannya, karena akan berdampak pada kesehatan ibu dan juga bayi.

Di masyarakat sendiri masih sedikit informasi makanan yang boleh dan tidak boleh dimakan selama hamil.

Salah satu yang sering ditanyakan ialah gorengaan. Lantas, bolehkah ibu hamil mengonsumsi gorengan?

Menurut Dokter Kandungan dr. Ivander Ramon Utama F.MAS, Sp. OG, MSc, ibu hamil boleh saja mengonsumsi gorengan.

“Semua jenis makanan itu boleh buat perempuan hamil. Tapi komposisinya yang kurang, seperti kebanyakan karbohidrat. Kalau terlalu berlebihan, itu tidak bagus,” ungkapnya dikutip dari Suara.com, Senin (10/5/2021).

Baca juga: Ini Sejumlah Gejala Kolesterol Tinggi Mengarah pada Stroke & Jantung

Ia mengatakan, mengkonsumsi gorengan bagi perempuan hamil tidaklah masalah. Tetapi komposisinya yang perlu diatur.

“Sama sekali nggak masalah, cuma komposisinya aja. Mungkin yang terjadi kenyang iya, tapi gizinya tidak terpenuhi, jadi kalorinya aja. Di sini bukan jumlah makanannya, tapi gorengan boleh kalau satu atau dua saja, dan kalau berlebihan itu yang nggak boleh. Balik lagi, bukan masalah gorengannya, tapi komposisinya,” paparnya.

Ia menambahkan, perempuan hamil perlu meningkatkan diet protein. Karena itu variasi nutrisi yang baik bagi perempuan hamil sangat dibutuhkan.

Baca juga: Konsumsi Vitamin D Cegah Kematian Dini pada Penderita Kardiovaskular

“Biasanya yang kurang dari diet kita itu protein dan kurangnya variasi. Diet nya itu-itu lagi, kayak pagi pake ayam, siang juga, malam juga. Jadi yang harus ditingkatkan kalau lagi hamil, komposisi makanannya perlu variasi cukup 50 persen karbohidrat, sisanya lauk pauk, sayur, sumber serat dari buah-buahan,” jelas dr. Ivander Ramon Utama.

Tambahan, ia memberikan tips yang paling penting bagi perempuan hamil. Bukan kesehatan atau melahirkan saja, melainkan menyiapkan masa depan anaknya.

“Tujuan utama dari suatu kehamilan bukan lahir normal atau sesar saja, tapi mempersiapkan masa depan anak,” pungkasnya.

Sumber : Suara.com