Ini yang Perlu Diperhatikan Jika Ingin Sukses Jalani Program Bayi Tabung

Ilustrasi proses bayi tabung (IVF) - huffingtonpost.com
14 Juni 2021 07:37 WIB Dewi Andriani Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Bagi pasangan yang baru menikah, kehadiran buah hati menjadi hal yang sangat membahagiakan. Namun, setiap pasangan memiliki kondisi berbeda untuk mendapatkan keturunan.

Biasanya, pasangan yang belum punya keturunan saat usia pernikahan memasuki tahun kedua akan melakukan berbaga cara dan terapi. Salah satu cara yang kini dinilai cukup banyak dipilih adalah progam In Vitro Fertilization (IVF) atau bayi tabung.

Agar program bayi tabung tersebut memiliki peluang keberhasilan lebih besar, sebaiknya dilakukan dalam usia yang lebih muda. Setidaknya, ketika usia pernikahan sudah memasuki tahun kedua atau tahun ketiga tetapi belum diberi keturunan.

Baca juga: Sering Minum Soda Bikin Imunitas Tubuh Menurun, Benarkah?

“Pasangan suami istri yang sudah melakukan hubungan seksual secara teratur selama 12 bulan tetapi belum membuahkan hasil, maka perlu melakukan pemeriksaan basic infertility. Dengan melakukan skrining sejak dini maka akan diketahui apakah ada masalah pada sperma atau sel telur,” ujar Managing Director Morula IVF Indonesia Ade Gustian Yuwono

Idealnya seseorang dapat melakukan program bayi tabung ketika masih berusia di bawah 35 tahun. Tingkat keberhasilannya akan lebih besar karena saat itu jumlah sel telur dan kualitas sperma masih bagus. Ketika pasangan sudah di atas 35 tahun, peluangnya akan lebih kecil.

Bagaimana pun usia mempengaruhi tingginya keberhasilan program tesebut. Makin ditunda, peluang keberhasilan untuk mendapatkan keturunan melalui program bayi tabung akan makin kecil.

Baca juga: Alasan Pria Bisa Mencintai dan Mengkhianati dalam Waktu Bersamaan

Ade mengatakan pihaknya terus melakukan berbagai inovasi untuk mendukung tingkat keberhasilan program bayi tabung di Morula IVF. Sejak 1998 hingga kini, Morula berhasil menangani lebih dari 10.000 kelahiran bayi hasil program In Vitro Fertilization (IVF) atau bayi tabung.

President Director Morula IVF Indonesia dr. Ivan Rizal Sini mengatakan klinik Morula memiliki teknologi bersertifikasi internasional setara dengan klinik bayi tabung di Asia Pasifik. Tingkat keberhasilan mencapai di atas 60 persen.

Di Morula pasien tidak hanya mendapatkan layanan reproduksi, tetapi juga layanan holistik pendukung program kesuburan. Pasien juga dapat melakukan layanan konsultasi psikologi dan layanan akupuntur.

Klinik yang kini berusia 23 tahun ini juga berkomitmen membentuk generasi masa depan yang lebih baik, juga berkelanjutan.

Sumber : Bisnis.com