Jangan Marah jika Pergoki Anak Nonton Video Porno! Lakukan Ini Saja Seperti Yuni Shara

Pendidikan seksual untuk anak - Ilustrasi
28 Juni 2021 10:57 WIB Newswire Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Masing-masing orang tua memiliki respon berbeda saat memergoki anaknya menonton film berbau pornografi. Bisa jadi ada yang langsung marah, bahkan malu, atau malah cuek.

Ekspresi marah bisa jadi hal yang paling kerap muncul, misalnya karena terkait dengan kultur dan norma yang berlaku di sekitar Anda. Namun, marah saja tidak menyelesaikan persoalan.

Keingintahuan anak, terutama anak laki-laki, soal seks bisa saja diekspresikan di luar rumah jika tidak ada keterbukaan di dalam rumah. Lantas, bagaimana mengatasi kondisi seperti ini? 

Selebritas Yuni Shara dalam sebuah wawancara mengaku memiliki cara unik dalam mendidik kedua putranya, termasuk saat dia memergoki sang anak menonton konten video porno.

Alih-alih memarahi dan melarang anak-anaknya menonton video porno, Yuni Shara justru mendampingi anak-anaknya menonton video porno tersebut.

Baca juga: Bahaya, Ancaman Long Covid-19 Bisa Terjadi Pada Anak-anak

Menurut Agstried Piether, Psikolog Pendidikan Anak dan Remaja Rumah Dandelion, tindakan Yuni Shara merupakan sikap yang benar jika orang tua mendapati anak menonton konten porno, yakni tidak memarahi anak.

Namun Agstried memberi catatan bahwa tidak marah ketika memergoki anak menonton film porno tidak sama dengan mendampingi menonton film porno.

"Iya betul sekali, ketika kita memergoki anak nonton film porno, sepanik apa pun kita sebaiknya kita tidak marah karena akhirnya anak hanya akan melakukan lagi dengan diam-diam. Sebaliknya, tanyakan pada anak apa yang mendorong ia menonton film porno? Penasaran? Ikut-ikutan teman? Nah, lewat hasil diskusi tersebut orang tua dapat memberikan pendidikan seks yang faktual, berdasarkan ilmu pengetahuan, bukan berdasarkan film porno," kata Agstried yang merupakan lulusan Universitas Indonesia tersebut.

Menurutnya, hal yang paling berbahaya dari film porno jika ditonton anak di bawah umur adalah informasi salah yang diberikan. Akhirnya anak tumbuh dengan pengetahuan dan ekspektasi bahwa hubungan seksual atau organ seksual yang benar dan baik adalah yang seperti mereka lihat di film porno.

"Padahal kan tidak seperti itu. Jadi mari biasakan anak mencari pengetahuan dari sumber yang benar dan tepercaya. Jangan lupa sesuaikan juga pendidikan seks pada anak sesuai dengan usianya," kata dia.

Harus ditegaskan kepada anak-anak bahwa film porno tidak merepresentasikan hubungan seks yang sebenarnya. Konten seksual di dalam film porno bukan fakta seksual. Hal itu perlu disampaikan agar anak terhindar dari kemungkinan mendapatkan pendidikan yang salah tentang seks.

Kapan Anak Diberi Edukasi Seks?

Memberikan pendidikan seksual sebaiknya dilakukan sedini mungkin. Agstried menyarankan sejak balita sudah dikenalkan dengan organ seksual.

"Menyebut penis sebagai penis. Vagina sebagai vagina. Selain itu, sejak balita juga sudah harus diberikan edukasi tentang menjaga kebersihan organ, memahami mana anggota tubuh yang boleh disentuh atau tidak boleh disentuh, siapa saja yang boleh membantu mandi dan ganti baju, dan siapa saja yang boleh melihat tubuh anak," ujarnya.

Sebelumnya, Yuni Shara dalam sebuah wawancara dengan Venna Melinda yang tayang pada pada 19 Juni 2021, mengaku ingin menjadi orang tua dengan pemikiran yang terbuka untuk anak-anaknya.

"Anak-anakku kebetulan anak-anak yang terbuka. Enggak mungkinlah ya anak-anak kita enggak nonton film porno, mau yang jenis anime atau jenis apapun segala macem, akan ada," kata dia.

Itu sebabnya dia memilih mendampingi dan berteman dengan anak.

"Daripada nanti gimana-gimana mending kita jadi temen aja 'gimana nontonnya' misalnya kayak gitu. Itu yang kayak gini-gini," katanya menjelaskan.

Tentu cara Yuni Shara tidak harus ditiru mentah-mentah oleh siapa pun. Intinya, setiap orang tua bisa mencari cara untuk mendampingi dan berbagi dengan anak soal edukasi seks.

Sumber : Antara