Harus Isolasi Mandiri? Ini Tips Penuhi Nutrisi Makanan dan Minuman

Perempuan sedang isolasi mandiri di rumahnya
29 Juni 2021 23:17 WIB Meuthia Novianthree Nafasya Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Melonjaknya kasus Covid-19 di Tanah Air membuat banyak rumah sakit penuh. Karenanya, Kementerian Kesehatan telah memberikan anjuran kepada masyarakat bagi yang tidak bergejala atau bergejala ringan Covid-19 lebih baik melakukan isolasi mandiri (isoman).

Untuk melakukan isolasi mandiri diperlukan persiapan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh pada makanan dan minuman. Nutrisi yang baik sangat penting bagi kesehatan terutama pada sistem kekebalan tubuh. Akses yang terbatas untuk mendapatkan makanan dapat membahayakan peluang untuk seseorang memakan makanan yang sehat dan bervariasi.

Tidak sedikit pasien Covid-19 yang sedang menjalani isoman mengonsumsi makanan olahan yang cenderung tinggi lemak, gula, dan garam. Hal tersebut tentu sangat tidak baik bagi tubuh apabila terus dikonsumsi.

Baca juga: Simak, Semua Make Up Akan Kedaluwarsa pada 3 Tahun Setelah Diproduksi

Melansir dari laman resmi World Health Organization (WHO) Europe, berikut tips untuk tetap menjaga nutrisi makanan dan minuman selama melakukan Isolasi Mandiri Covid-19:

1. Buah dan Sayuran Segar Tahan Lama

WHO merekomendasikan seseorang untuk mengonsumsi minimal 400 gram (5 porsi) buah dan sayuran per hari. Buah jeruk dan anggur menjadi pilihan yang baik. Pisang dan apel juga dapat dibentuk menjadi potongan kecil dan dibekukan agar dapat dimakan nanti atau dapat dijadikan menu smoothie.

Sayuran seperti wortel, lobak dan bit, kubis, brokoli, dan kembang kol relatif tidak akan mudah membusuk. Bawang putih, jahe, dan bawang Bombay juga merupakan pilihan yang tepat untuk disimpan di rumah karena dapat digunakan sebagai penambah rasa di berbagai makanan.

2. Buah dan Sayuran Beku

Semua buah beku seperti beri, nanas, dan mangga merupakan pilihan yang tepat karena buah tersebut mengandung serat dan vitamin yang tinggi dan harganya yang terjangkau. Buah-buahan tersebut dapat diolah menjadi jus, smoothie, atau dimakan dengan yogurt tawar rendah lemak. Sayuran beku juga sangat bergizi, cepat disajikan, dan dapat membantu memenuhi nutrisi.

3. Makanan Kering dan dalam Kemasan Kaleng

Kacang, buncis, lentil, dan kacang-kacangan merupakan sumber protein nabati, serat, vitamin, dan mineral yang baik. Jenis makanan ini juga dapat digunakan dalam berbagai jenis olahan seperti semur, sup, dan salad.

4. Biji-Bijian Utuh

Beras, gandum utuh, dan biji-bijian utuh lainnya merupakan makanan yang sangat baik karena umur simpannya cukup lama dan mudah diolah serta dapat memenuhi kebutuhan asupan serat. Kerupuk tawar dan roti gandum juga merupakan pilihan yang baik. Roti dapat dengan mudah dibekukan agar dapat dimakan kemudian.

5. Buah-Buah Kering, Kacang-Kacangan, dan Biji-Bijian

Jenis makanan ini akan sangat baik dikonsumsi selama isolasi mandiri adalah yang tidak banyak garam dan pemanis. Makanan kering dapat dijadikan sebagai cemilan sehat atau sebagai tambahan untuk olahan salad dan lainnya. Selai kacang juga merupakan pilihan bagus jika 100% tidak menambahkan gula, garam, atau minyak kelapa sawit.

 6. Telur

Telur menjadi pilihan yang sangat mudah untuk ditemukan saat keadaan darurat. Telur memiliki sumber protein dan nutrisi yang luar biasa. Pilihlah olahan rebusan daripada menggoreng.

7. Sayuran Kaleng

Sayuran kaleng seperti jamur, bayam, kacang polong, tomat, dan kacang hijau menjadi alternatif yang baik karena umur simpannya yang lebih lama. Ingat tetap perhatikan penggunaan garam jangan berlebih. 

8. Ikan Kaleng

Tuna kaleng, sarden, dan ikan lainnya juga merupakan sumber protein dan lemak sehat yang baik bagi tubuh. Ikan kaleng dapat menjadi olahan Bersama dengan pasta atau roti gandum. Sangat direkomendasikan memilih ikan kaleng dalam air daripada minyak atau air garam.

9. Susu Rendah Lemak

Produk susu menyediakan sumber protein dan nutrisi lain yang berlimpah. Memilih produk susu yang rendah lemak menjadi salah satu cara untuk mengurangi lemak jenuh. Susu UHT dalam kaleng atau karton akan relatif tahan lama. 

Sumber : Bisnis.com