Pasien Covid-19 Tak Perlu Oksigen Ekstra? Ini Kata Dokter..

Petugas Sudin Sumber Daya Air DKI Jakarta bersiap memindahkan tabung oksigen ke bak truk di salah satu pabrik pengisian oksigen kawasan Cakung, Jakarta, Kamis (1/7/2021). Pemprov DKI Jakarta mengerahkan kendaraan dari berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk membantu mempercepat proses pendistribusian tabung oksigen ke sejumlah rumah sakit seiring meningkatnya kasus terkonfirmasi Covid-19 di wilayah Jakarta. - Antara
07 Juli 2021 08:57 WIB Rio Sandy Pradana Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pasien Covid-19 diminta tetap tenang menghadapi kabar krisis pasokan oksigen di Indonesia saat pelaksanaan PPKM Darurat Jawa dan Bali.

Pasalnya, Faheem Younus yang merupakan dokter asal University of Maryland Amerika Serikat (AS) berpendapat mayoritas dari 85 persen pasien Covid-19 tidak membutuhkan oksigen ekstra, antivirus, atau rawat inap.

"Jika Anda berusia di bawah 60 tahun dengan oksimetri nadi lebih dari 92 persen, kemungkinan besar Anda termasuk di antara 85 persen," tulis Younus dalam akun Twitter yang dikutip, Selasa (6/7/2021).

Dia menuturkan pasien tersebut dapat sembuh di rumah dengan pengobatan simtomatik atau sesuai dengan gejala yang ditimbulkan.

Secara terpisah, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan pasokan oksigen dari dalam negeri bisa memenuhi kebutuhan harian yang cenderung naik seiring bertambahnya kasus Covid-19.

Baca juga: Ini Daftar Obat Covid-19 Gratis yang Diberikan Kemenkes & Link-nya

Juru Bicara Kemenkes untuk penanganan Covid-19 Siti Nadia Tarmizi mengatakan rata-rata kebutuhan oksigen harian berkisar di angka 2.500 sampai 3.000 ton.

“Ini akan cukup mengingat kapasitas produksi industri mencapai 10.000 ton sehari,” kata Nadia ketika dihubungi, Selasa (6/7/2021).

Kebutuhan oksigen harian tercatat naik sampai empat kali lipat dibandingkan rata-rata kebutuhan saat normal yang berada di level 500 ton per hari. Sejauh ini, produsen oksigen baru memakai 74 persen kapasitas total produksi.

“Kalau produksi bisa mencapai 40 sampai 50 persen dari kemampuan harian, untuk oksigen pasti akan mencukupi,” kata Nadia.

Sumber : bisnis.com