Advertisement

Hasil Studi, Ejakulasi 21 Kali Sebulan Bisa Kurangi Risiko Kanker Prostat

Newswire
Senin, 09 Agustus 2021 - 03:17 WIB
Nina Atmasari
Hasil Studi, Ejakulasi 21 Kali Sebulan Bisa Kurangi Risiko Kanker Prostat Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA - Para peneliti di Universitas Harvard menemukan bahwa pria harus ejakulasi setidaknya 21 kali sebulan untuk mengurangi risiko kanker prostat.

Ejakulasi dimengerti sebagai kondisi pelepasan sperma dan cairan semen melalui penis selama pria orgasme.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal European Urology ini melibatkan 31.925 pria untuk memberikan frekuensi rata-rata ejakulasi bulanan mereka.

Dari situ para peneliti menemukan bahwa pria yang lebih sering ejakulasi juga mengurangi kemungkinan mereka terkena kanker prostat hingga sepertiga.

Baca juga: Ini Waktu Olahraga yang Tepat untuk Orang Berusia di Atas 50 Tahun

"Kami mengevaluasi apakah frekuensi ejakulasi sepanjang masa dewasa terkait dengan risiko kanker prostat dalam sebuah penelitian besar yang berbasis di AS," tulis penulis penelitian tersebut, dikutip dari Men's Health, Minggu (8/8/2021).

Peneliti menemukan bahwa pria yang melaporkan frekuensi ejakulasi lebih tinggi dibandingkan dengan yang rendah di masa dewasa, lebih kecil kemungkinannya untuk didiagnosis dengan kanker prostat.

Temuan ini memberikan bukti tambahan tentang peran menguntungkan dari ejakulasi yang lebih sering sepanjang masa dewasa dalam etiologi kanker prostat, terutama untuk penyakit berisiko rendah.

Baca juga: Ini 5 Manfaat Kopi untuk Kulit dan Cara Menggunakannya

Tetapi di sisi lain, ejakulasi lebih sering tak hanya mengurangi risiko kanker prostat, namun juga mengurangi stres dan kecemasan.

Advertisement

"Selain penurunan rasa sakit, sekresi endorfin menyebabkan perasaan euforia, modulasi nafsu makan, pelepasan hormon seks, dan peningkatan respons imun," demikian dikutip dari Medicine Net.

Hal ini masuk akal, sebab saat seorang pria ejakulasi, tubuhnya melepaskan hormon seperti prolaktin dan oksitosin. Ini membuat seseorang mengantuk dan siap untuk beristirahat dengan baik.

Jadi yang digarisbawahi dari hasil penelitian ini adalah jika seorang pria tidak ejakulasi secara teratur, sangat mungkin kesehatannya bisa terganggu.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Gelar Pertemuan di Jogja, Aktivis 98 Ingatkan Politikus Jangan Suka Bikin Gimmick

Jogja
| Sabtu, 01 Oktober 2022, 22:27 WIB

Advertisement

alt

Lulusan IPB Ogah Jadi Petani karena Penghasilan Kecil

News
| Sabtu, 01 Oktober 2022, 23:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement