Pecinta Rumput Laut? Selamat! Jantung, Usus dan Tiroid Anda Sehat

Rumput laut - Istimewa
26 November 2021 06:27 WIB Ni Luh Anggela Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Anda termasuk pecinta sushi atau onigiri? Jika iya, Anda tentu sudah tidak asing dengan rumput laut.

Sering dijumpai dalam masakan Asia Timur, rumput laut yang kental, berlilin dan kenyal memberikan rasa gurih dan umami yang unik pada kaldu dan bumbu. Selain rasa yang dimilikinya, rumput laut dalam berbagai bentuk, memiliki nutirisi yang baik.

Ahli diet di Rumah Sakit Internasional Matilda Hong Kong Karen Chong mengatakan, sebagai makanan, rumput laut adalah sumber yodium dan mineral seperti kalsium, zat besi, magnesium dan kalium, yang sangat baik. Dan, rumput laut mengandung vitamin A dan B12 serta asam folat dalam jumlah yang baik.

“Tidak hanya itu, mereka juga tinggi serat, rendah kalori dan bebas lemak,” kata Chong, melansir South China Morning Post, Kamis (25/11/2021).

Yodium sangat penting untuk kesehatan tiroid. Kelenjar kecil berbentuk kupu-kupu di pangkal leher ini menggunakan yodium dari makanan untuk menghasilkan hormon tiroid, yang mengatur pertumbuhan dan pengeluaran energi.

Tanpa yodium, tiroid Anda mungkin tidak menghasilkan hormon tiroid yang cukup dan menjadi kurang aktif. Ini dapat menyebabkan kondisi yang disebut hipotiroidisme, yang menyebabkan gejala seperti kelelahan, sembelit, penambahan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, lekas marah, dan detak jantung yang lambat.

Baca juga: Keluarga Nirina Zubir Dipolisikan Balik oleh Eks ART, Polisi Bakal Gelar Pemeriksaan

Namun, terlalu banyak yodium juga tidak sehat karena ini dapat menyebabkan hipertiroidisme, yang menyebabkan gejala seperti detak jantung yang cepat atau tidak teratur, penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, perubahan suasana hati, rambut rontok, diare dan insomnia.

Selain berperan penting dalam kesehatan tiroid, rumput laut juga dapat mendukung kesehatan jantung, menurut ulasan dari 100 penelitian yang diterbitkan pada tahun 2011 di American Journal of Agricultural and Food Chemistry. Ini sebagian berkat serat larutnya yang tinggi dan kandungan asam lemak omega-3.

Studi yang diterbitkan pada tahun 2008 dalam jurnal Nutrition Research and Practice dan pada tahun 2015 dalam Journal of Oleo Science, menemukan bahwa rumput laut juga dapat membantu mengelola kadar gula darah, dan bukan hanya karena mengandung serat makanan. Fucoxanthin, senyawa antioksidan yang ditemukan dalam rumput laut cokelat, khususnya, dianggap membantu menurunkan resistensi insulin.

Penelitian lain, yang diterbitkan pada tahun 2020 di jurnal Marine Drugs, mengungkapkan efek antikanker, antivirus, antikoagulan, anti-kolesterol tinggi, dan antioksidan alga. Bahkan, menurut para peneliti, mengonsumsinya secara rutin dapat membantu meningkatkan kualitas hidup manusia dan berkontribusi pada diet yang lebih seimbang.

Prebiotik

Dan, sebuah penelitian yang diterbitkan baru-baru ini di Marine Drugs menemukan bahwa rumput laut memiliki kemampuan prebiotik yang kuat. Prebiotik adalah makanan untuk bakteri baik (atau probiotik) di usus Anda, yang memungkinkan bakteri baik untuk berkembang dan membantu menyingkirkan bakteri jahat.

Ini berarti, dengan mengonsumsinya secara rutin, sistem pencernaan Anda menjadi lebih sehat, dengan insiden masalah pencernaan yang lebih rendah seperti sembelit dan diare.

Sumber : bisnis.com