Waspada! Ini 5 Tips Mengatasi Pasangan yang Manipulatif

Ilustrasi pasangan manipulatif dan emosional - Freepik
06 Desember 2021 06:57 WIB Feni Freycinetia Fitriani Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Saat Anda berada dalam suatu hubungan, sangat sulit untuk mengidentifikasi kapan Anda dimanipulasi oleh pasangan.

Hal ini bisa sangat membingungkan karena konsep manipulasi adalah untuk mendapatkan kendali, kekuasaan, atau pengaruh atas seseorang dengan cara yang cilas. Karena itu, sulit untuk benar-benar percaya bahwa seseorang yang Anda sayangi bisa memanipulasi Anda.

Anda bisa menyamakan kondisi tersebut dengan gaslighting. Sebagai informasi, gaslighting merupakan bentuk pelecehan emosional. Pasangan Anda menggunakan metode atau teknik tertentu untuk meminta Anda mempertanyakan pikiran, emosi, perasaan, dan keputusan Anda tentang hidup Anda dan hubungan dengan cara yang sangat menipu.

Hubungan manipulatif bisa sangat merusak, Namun Anda sebenarnya bisa mengabaikannya begitu saja. Perlu diingat, ada proses bertahap mengenai perubahan dalam dinamika suatu hubungan.

Bagi Anda yang mungkin sedang berada dalam toxic relationship, ini 5 tips pasangan yang manipulatif seperti dilansir dari PinkVilla, Minggu (5/12/2021).

1. Jangan Abaikan Suara Hati

Jika Anda mempertanyakan perilaku dan niat pasangan Anda mengenai kemungkinan manipulasi, dengarkan suara hati Anda.

Suara itu memberitahu Anda untuk bersandar, memperhatikan, dan waspada. Terlalu sering kita mengabaikan tanda peringatan yang mencoba berbicara kepada kita, jadi percayalah pada penilaian Anda.

2. Kendali Penuh

Jika Anda merasa pasangan Anda berusaha mengendalikan setiap gerakan Anda, seperti menjauhkan Anda dari teman dekat dan keluarga, membuat keputusan untuk Anda atau membuat Anda mempertanyakan keputusan Anda, inilah saatnya untuk benar-benar memperhatikan pola perilaku pasangan.

Ketika seseorang mencoba menjauhkan Anda dari jaringan pribadi keluarga dan teman-teman, Anda sebaiknya mengevaluasi motif mereka dan mempertanyakan niat mereka.

3. Overprotective

Jika Anda melihat bahwa pasangan mengambil kekuatan pilihan Anda, ini adalah tanda bahaya besar. Ketika pasangan Anda mulai membuat semua keputusan tentang hubungan itu, seperti ke mana Anda bisa pergi, dengan siapa bergaul atau berbicara, apa yang bisa dan tidak bisa Anda lakukan, inilah saatnya untuk mendapatkan kembali kekuatan Anda.

Ketika Anda menyadari bahwa pasangan mencoba untuk mengambil kekuatan Anda, mulailah dengan sangat jelas tentang pilihan yang ingin Anda buat untuk diri Anda. Tetapkan batasan yang jelas tentang mempertahankan sikap Anda dan otoritas pengambilan keputusan Anda dalam hubungan.

4. Jebakan Emosional

Tanda lainnya ketika pasangan Anda mencoba memanipulasi Anda secara emosional. Misalnya, jika pasangan Anda mencoba meyakinkan Anda untuk melakukan sesuatu yang tidak sejalan dengan nilai-nilai atau berusaha membuat Anda merasa tidak enak dengan menjadi terlalu emosiona

Berhentilah sejenak untuk mengevaluasi nilai-nilai Anda sendiri dan tentukan apakah hubungan itu baik-baik saja. Tanya kepada diri sendiri, bagaimana Anda ingin menjalani hidup Anda setelah ini?

Anda tidak harus "membeli" apa yang pasangan Anda "jual". Artinya, jangan terbawa emosi. Dengan menjadi jelas dalam tanggapan Anda kepada pasangan Anda. Minimalkan kemungkinan terjebak dalam badai emosi mereka.

5. Tetapkan Batasan

Jika Anda masih ingin melanjutkan hubungan, Anda harus menetapkan batasan dengan pasangan. Pastikan Anda mendapatkan kembali kekuatan pilihan Anda dan tidak terlibat dalam hal-hal emosional dengan pasangan. Jika Anda kesulitan untuk keluar dari toxic relationship, mungkin ini saatnya untuk mencari bantuan dari keluarga, sahabat, atau konselor profesional.

Sumber : bisnis.com