Jangan Khawatir Makan Makanan Berjamur, Sistem Kekebalan yang Akan Menjaga

Makanan berjamur - msu college
17 Desember 2021 16:07 WIB Ni Luh Anggela Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Anda yang pernah mengonsumsi makanan yang sudah berjamur, sebaiknya jangan khawatir.

Makanan umumnya tidak dapat disimpan dalam waktu yang lama karena biasanya akan berjamur. Suhu hangat dan lembab menjadi penyebab tumbuhnya jamur pada makanan, karena jamur membutuhkan temperatur yang hangat dan kelembaban tinggi untuk bisa tumbuh.

Nah biasanya, jamur suka tumbuh pada roti, keju, nasi, kue atau makanan kaleng yang sudah dibuka, karena ini dapat memberi nutrisi untuk jamur.

Dalam kebanyakan kasus, tidak sengaja memakan jamur ini bukanlah masalah besar.

Melansir Tasting Table, Jumat (17/12/2021), sistem pencernaan dan kekebalan akan menjaga Anda. Selama Anda relatif sehat dan tidak memiliki alergi jamur, asam lambung di perut Anda bersama dengan respons kekebalan akan mencegah Anda jatuh sakit.

Baca juga: Pembukaan Vaksinasi Usia 6-11 Tahun Libatkan 500 Siswa SD

Merasa mual atau muntah setelah menyadari Anda makan roti yang berjamur? Tenang, ini lebih mungkin terjadi karena perasaan jijik yang timbul dari diri Anda. Secara teknis, tubuh Anda tidak perlu membersihkan jamur yang tertelan.

Tetapi, Anda jangan langsung merasa senang untuk memakan makanan ini. Jamur tidak 100 persen aman dan dalam kasus tertentu dapat membuat orang sehat menjadi sakit. Jamur yang dikenal sebagai mikotoksin bahkan dikaitkan dengan kanker, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Karena itu makanan yang sudah berjamur sebaiknya di buang saja untuk menjaga Anda tetap aman.

Lalu bagaimana jika Anda memotong makanan yang masih bagus, dan membuang bagian yang sudah berjamur? Apakah masih aman untuk dimakan?

Nah menurut USDA, sebagian besar makanan berjamur terlalu berisiko untuk dimakan. Itu berlaku ketika makanan sepenuhnya tertutup jamur dan bahkan ketika Anda dapat memotong bagian yang terkena jamur.

Satu-satunya pengecualian adalah keju keras yang tahan lama, daging yang diawetkan serta buah dan sayuran tertentu.

Buah dan sayuran dengan kadar air dan kepadatan rendah seperti wortel atau kubis masih bisa Anda selamatkan. Pastikan mereka tidak menjadi lunak, lalu potong bagian yang berjamur setidaknya satu inci antara yang berjamur dan bagian yang masih bagus. Metode ini juga berlaku untuk keju keras dan daging.

Namun, semua jenis makanan lain harus dibuang setiap kali berjamur, karena risiko sakit dari bahan makanan yang terkontaminasi lebih tinggi dan sama sekali tidak sebanding dengan risikonya bagi kesehatan Anda.

Yang terbaik adalah tidak mengonsumsi makanan berjamur dalam bentuk apapun. Tetapi, bila itu terjadi secara tidak sengaja, Anda tidak perlu khawatir. Lain kali jika Anda ingin makan, pastikan untuk mengeceknya terlebih dahulu, apakah makanan Anda berjamur atau tidak.

Sumber : bisnis.com