Mau Buka Bisnis Potong Rambut? Perhatikan Langkah Berikut!

Barbershop - ilustrasi
21 Desember 2021 09:17 WIB Jessica Gabriela Soehandoko Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Sejak kasus Covid-19 melandai, bisnis potong rambut ramai kembali. Survei industri belum lama ini menemukan bahwa kepercayaan relatif tinggi, hingga sebagian besar bisnis mencapai titik tengah atau menghasilkan keuntungan.

Dalam jangka panjang, memulai toko pangkas rambut Anda sendiri menjadi peluang bisnis yang berpotensi menguntungkan. Namun usaha ini membutuhkan orang yang sabar dan konsisten, membutuhkan investasi awal dan keterampilan khusus

Jika Anda dapat melakukan dengan baik, maka Anda akan mendapatkan keuntungan hingga beberapa tahun ke depan.

Untuk itu, berikut 7 tahapan yang perlu Anda ketahui agar membangun bisnis barbershop yang optimal yang dilansir dari Startups (3/11/21).

1. Persiapkan rencana bisnis

Tidak seperti salon penata rambut, Anda harus mengkhususkan diri dalam menangani secara khusus rambut pria dari berbagai usia. Namun hal ini menjadi pengecualian jika Anda menargetkan audiens tertentu.

Minimal layanan yang perlu Anda siapkan adalah memotong rambut, mencuci dan menata, pemangkasan dan perawatan dan mencukur wajah.

Hal ini dapat membantu Anda memiliki pengetahuan dan pemahaman yang hampir ensiklopedis tentang gaya rambut pria serta kemampuan untuk merekomendasikan gaya potongan tertentu.

2. Tulis rencana bisnis Anda

Berapa banyak yang Anda peroleh sebagai pemilik toko tukang cukur akan tergantung pada harga Anda. Untuk memutuskan berapa biaya yang akan dikenakan untuk setiap layanan Anda, pertimbangkan hal seperti biaya pasti, harga kompetitor, harga di toko Anda, image brand Anda dan pengalaman Anda.

3. Membiayai bisnis Anda

Tentunya Anda membutuhkan modal untuk membangun di awal mula. Anda dapat memulai dengan uang yang hemat. Namun, dalam banyak kasus orang perlu meningkatkan modal ekstra untuk memulai. Alternatifnya, Anda dapat mencoba opsi pinjaman.

4. Tempat dan biaya

Ketika datang untuk membuka toko tukang cukur, Anda dapat membangun atau menyewa. Anda dapat mendirikan toko di area kota Anda yang hampir selalu sibuk.

Tentu saja, sewa di tempat-tempat utama ini bisa lebih mahal daripada di daerah lain. Jika Anda tidak bersedia membayar begitu banyak, terdapat lokasi alternatif yang lebih murah yang mendapat manfaat dari tingkat langkah kaki yang tinggi.

5. Alat pembayaran

Dalam hal ini, Anda memerlukan sistem titik penjualan elektronik (EPOS) yang meliputi pembayaran secara cash, monitor, printer, ataupun kartu kredit dan debit.

6. Regulasi dan pelatihan

Jika Anda belum menjadi tukang cukur yang memenuhi syarat, sebaiknya Anda mendapatkan kualifikasi tukang cukur yang diakui.

Anda tidak perlu memiliki kualifikasi untuk menjadi tukang cukur. Namun jika Anda memilikinya, maka akan menunjukkan kepada pelanggan bahwa Anda lebih mungkin memberikan layanan yang baik.

Pastikan juga Anda telah memenuhi regulasi yang berlaku di lokasi Anda. Hal ini agar bisnis Anda dapat berjalan dalam jangka waktu yang panjang. Selain itu, tetapkan regulasi tertentu yang dapat menghindari Anda dari berbagai kecelakaan ataupun untuk menjaga kebersihan.

7. Menarik pelanggan

Untuk menarik pelanggan, Anda dapat membangun website Anda sendiri, pastikan Anda juga terlihat di Google, menggunakan sosial media, mengirimkan email kepada pelanggan, berikan beberapa penawaran seperti diskon atau reward, dan berikan pelayanan yang terbaik.

Sumber : bisnis.com